Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Susul Anak Krakatau, Gunung Semeru Juga Meletus Pagi Ini
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus Bersamaan? Ini Penjelasan Ilmiah dari IABI

Selasa, 08 September 2026 | 12:58 WIB
  • author Jonathan Simanjuntak
Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus Bersamaan? Ini Penjelasan Ilmiah dari IABI
Erupsi Gunung Anak Krakatau ternyata belum berhenti. Pada hari, Selasa (8/9/2026) pukul 05.34 WIB kembali semburkan material ke udara. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsDepok.id - Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, membantah keras anggapan bahwa erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia yang terjadi secara bersamaan merupakan hasil rekayasa teknologi maupun senjata buatan manusia. Ia menegaskan tuduhan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah.

Menurut Daryono, erupsi adalah bentuk pelepasan energi endogenik bumi berskala raksasa dari dinamika mantel di kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer.

Tekanan di dalam kantong magma bisa mencapai ratusan MegaPascal. Kekuatan sebesar ini mustahil dibangkitkan, disimulasikan, atau dikendalikan oleh teknologi manusia, termasuk gelombang elektromagnetik maupun ledakan buatan.

Posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire menjadi alasan alami mengapa aktivitas vulkanik di tanah air sangat intensif. Pertemuan beberapa lempeng tektonik utama memicu pelelehan batuan mantel yang menghasilkan suplai magma secara berkesinambungan.

Jika beberapa gunung meletus dalam waktu berdekatan, hal itu murni respons berantai tektonik alamiah akibat penyesuaian tegangan kerak bumi pascagempa besar, bukan hasil intervensi pihak tertentu.

Daryono juga menekankan bahwa erupsi tidak pernah terjadi secara mendadak hanya melalui "tombol kendali". Prosesnya selalu diawali sinyal ilmiah yang terekam jelas oleh instrumen geofisika global, seperti aktivitas seismik (gempa vulkanik), pembengkakan tubuh gunung (deformasi), serta perubahan konsentrasi gas dan suhu.

Selain itu, hukum fisika membuktikan bahwa batuan padat setebal puluhan kilometer akan meredam gelombang buatan manusia, sehingga tidak ada mekanisme fisik yang mampu menggerakkan jutaan meter kubik magma bersuhu 1.200 derajat Celsius dari jarak jauh.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut