Prevalensi Karies Gigi di Atas 80 Persen, Kesadaran Perawatan Gigi Masih Rendah
DEPOK, iNews Depok.id – Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi secara berkala dinilai masih sangat rendah. Padahal, masalah kesehatan gigi seperti karies atau gigi berlubang mengintai hampir seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi karies pada anak usia 5–9 tahun mencatatkan angka fantastis sebesar 84,8 persen. Masalah ini berlanjut pada kelompok usia 25–34 tahun sebesar 82,2 persen, usia 35–44 tahun sebesar 89,3 persen, hingga usia 45–54 tahun yang mencapai 92,1 persen.
Bahkan, pada kelompok lansia usia 55–64 tahun, prevalensi karies menembus angka 92,8 persen.
Kementerian Kesehatan juga mencatat bahwa kelompok usia 3–4 tahun, 5 tahun, serta di atas 35 tahun masih berada dalam kategori indeks Decayed, Missing, Filled-Teeth (DMF-T) tinggi hingga sangat tinggi.
Rendahnya penanganan awal teks medis ini sejalan dengan perkiraan WHO Oral Health Country Profile Indonesia, yang menyebutkan sekitar 46,9 persen anak usia 1–9 tahun mengalami karies pada gigi sulung yang belum ditangani, serta 19,6 persen populasi usia 15 tahun ke atas mengidap penyakit periodontal berat.
Menjawab tantangan tingginya angka karies dan kurangnya edukasi pemeriksaan berkala tersebut, SMART Dental Group resmi menghadirkan SMART Dental Taman Palem dengan membawa semangat “Senyum Sehat untuk Setiap Generasi”. Kehadiran klinik ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan gigi komprehensif bagi seluruh anggota keluarga.
Head of Marketing SMART Dental Group, Rachma Nadya, menegaskan bahwa kesehatan gigi seyogianya dipandang sebagai perjalanan seumur hidup yang membutuhkan perhatian terus-menerus.
“Kami melihat kesehatan gigi sebagai perjalanan seumur hidup. Kebutuhan anak tentu berbeda dengan orang tuanya, begitu pula ketika seseorang memasuki usia yang lebih matang. Karena itu, melalui SMART Dental Taman Palem kami ingin menghadirkan tempat di mana setiap anggota keluarga dapat memperoleh perawatan sesuai kebutuhannya dalam satu klinik. Harapannya, datang ke dokter gigi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat keluarga, bukan hanya dilakukan ketika sudah ada keluhan,” ujar Rachma Nadya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Manager Klinik SMART Dental Taman Palem, drg. Louis Zaelani, menjelaskan pentingnya penanganan kesehatan gigi dengan pendekatan lintas usia (life-course approach). Ia menekankan bahwa kebiasaan baik yang dibangun sejak dini menentukan kondisi organ pengunyah di masa depan.
“Kesehatan gigi perlu dilihat dengan pendekatan life-course. Apa yang kita lakukan sejak anak-anak dapat menjadi fondasi kesehatan gigi di tahap kehidupan berikutnya. Karena itu, selain menangani masalah yang sudah ada, kami juga ingin mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan pencegahan dan pemeriksaan secara berkala. Dengan deteksi lebih dini, dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien pada setiap tahap usia,” kata drg. Louis Zaelani.
Mengusung filosofi Science Meets Art and Technology, SMART Dental Taman Palem menawarkan konsep One Stop Dental Solution. Fasilitas terintegrasi ini siap melayani comprehensive dental check-up, perawatan gigi anak, orthodontic, scaling, aesthetic dentistry, restorative dentistry, hingga tindakan bedah gigi dan implant.
Melalui komitmen ini, SMART Dental Group yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan merupakan bagian dari jaringan kesehatan global bersama Healthway Medical Group Singapore serta JNJ Specialist Dental Centre, berharap dapat mengubah stigma masyarakat agar tidak lagi memandang dokter gigi hanya sebagai tempat rujukan saat merasa sakit.
Editor: M Mahfud