Pengakuan Hercules Usir Massa di Malam Hari: Khawatir Ditunggangi Provokator Rusak Jakarta
JAKARTA, iNews Depok.id - Pengakuan Hercules soal aksinya turun ke jalan dan meminta massa membubarkan diri seiring kericuhan pasca-demonstrasi di depan gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam.
Kericuhan pada 27 Agustus malam tersebut menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59) seorang pedagang tewas akibat pengeroyokan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.
Pos polisi di kawasan Slipi beserta 2 motor dibakar massa. Kamera CCTV di sekitar Jalan Pejompongan juga mengalami kerusakan.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Rosario de Marshal alias Hercules kepada wartawan, Senin (31/8/2026) mengakui turun ke jalan pada malam hari untuk mengimbau massa membubarkan diri.
Hercules menegaskan turun ke jalan atas inisiatifnya sendiri demi mencegah kericuhan berubah menjadi kerusuhan.
"Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai rakyat untuk hadir menjaga Kota Jakarta. Menjaga Jakarta bukan hanya tugas polisi, rakyat juga punya kewajiban membantu," tandas Hercules.
Hercules mengaku melihat potensi terjadi kerusuhan karena massa tidak segera pulang pada Kamis malam.
"Nanti massa dimanfaatkan provokator, orang yang tak bertanggung jawab untuk merusak fasilitas umum dan fasilitas negara," tutur Hercules.
Menurutnya unjuk rasa ada aturannya. "Jika sudah maghrib ya pulang. Kalau demonya belum tuntas, lanjutkan lagi besok," imbuh Hercules.
Hercules menyatakan demo itu menyampaikan aspirasi. "Demo itu bukan dengan cara merusak. Sini bakar, sana bakar. Bukan begitu, itu sudah kriminal," sembur Hercules.
Hercules menyatakan massa yang melakukan perusakan fasilitas umum bukanlah pendemo melainkan preman.
"Pendemo yang baik itu menyampaikan aspirasi. Kalau merusak namanya preman," ceplos Hercules.
Editor : Mahfud