get app
inews
Aa Text
Read Next : Heboh Challenge Hafalan Alquran Surah Ad Dhuha Berhadiah Miras di Ancol, Polisi Tangkap 2 Orang!

Soal Tantangan Hafal Alquran Surah Ad Dhuha Hadiah Miras di Ancol, Pramono Anung: Tak Ada Kata Maaf

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB
header img
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam keras aksi tantangan hafalan Surah Ad Dhuha berhadiah minuman keras (miras). Foto: Dok

JAKARTA, iNewsDepok.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam keras aksi tantangan hafalan Surah Ad Dhuha berhadiah minuman keras (miras) yang terjadi dalam festival musik di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Pramono meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pramono menegaskan, pihak mana pun yang menyelenggarakan acara di fasilitas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta wajib menjaga norma dan etika.

"Yang paling penting adalah satu, ini enggak boleh terjadi lagi. Siapapun yang mengadakan acara, apalagi di tempat yang difasilitasi oleh atau tempat Pemerintah DKI Jakarta, misalnya Ancol," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pramono memaklumi bahwa pengelola Ancol kemungkinan besar tidak mengetahui rencana adanya tantangan berhadiah miras tersebut. Kendati demikian, karena acara berlangsung di area pengelolaan Pemprov DKI Jakarta, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi total.

"Walaupun saya tahu pasti Ancol enggak tahu sama sekali dengan peristiwa ini, tetapi apapun kan ini terjadi di Ancol," tambahnya.

Sebagai langkah tegas, Pramono mengaku telah menginstruksikan Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Setda Provinsi DKI Jakarta untuk berkoordinasi dan menindaklanjuti proses hukum atas insiden tersebut.

"Tadi saya sudah langsung kemarin kepada Pak Asisten Kesejahteraan Rakyat untuk ini diproses, diambil tindakan hukum," tegasnya.

Pramono menggarisbawahi bahwa Pemprov DKI tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun yang memicu isu sensitif dan mempermainkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Jakarta yang sudah kondusif.

"Kita enggak ada kata maaf untuk orang yang Jakarta yang sudah tenang, sejuk, aman, nyaman, orang bermain-main dengan agama yang menurut saya sangat sensitif sekali," pungkas Pramono.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut