Asma Jadi Momok Anak Usia Kurang dari 4 Tahun, Kejadian Capai 70 Ribu Kasus
JAKARTA, iNews Depok.id - Asma jadi momok menakutkan untuk anak usia kurang dari 4 tahun. Jumlah kejadian mencapai 70 ribu kasus.
Demikian disampaikan dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi(K), Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
"Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dari Kementerian Kesehatan, angka kejadian asma pada anak usia 4 tahun ke bawah mencapai 70.771 kasus," kata dr. Wahyuni.
Mengingat anak usia kurang dari 4 tahun belum bisa memahami maka kasus asma jadi menakutkan.
dr. Wahyuni menilai perlunya edukasi pengelolaan penyakit pernapasan terus diperkuat.
Menurut dr. Wahyuni, pada anak-anak, keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh obat yang diberikan, tetapi juga oleh kenyamanan selama proses inhalasi. Upaya mendorong keluarga untuk mampu melakukan terapi inhalasi secara benar di rumah sesuai rekomendasi dokter harus ditingkatkan.
dr. Wahyuni juga menilai perlunya ketersediaan perangkat yang tidak bising, mudah digunakan, dan memungkinkan terapi dilakukan tanpa membuat anak semakin cemas dan dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
"Penanganan yang tepat sejak awal sangat penting untuk mencegah perburukan kondisi, terutama pada pasien dengan asma, bronkiolitis maupun beberapa penyakit paru kronis yang membutuhkan terapi inhalasi atau penggunaan nebulizer," jelas dr. Wahyuni.
Namun seringkali alat uap tersebut menimbulkan masalah baru, dari mesin yang terlalu bising sampai membuat anak takut, atau ukuran yang terlalu besar sehingga repot untuk dibawa ke mana-mana.
"Makanya perlu pengembangan alat nebulizer yang cocok untuk anak usia di bawah 4 tahun," pungkas dr. Wahyuni.
Menanggapi permasalahan itu, OMRON Healthcare Indonesia resmi memperkenalkan Nebulizer NE-U300, sebuah perangkat yang portable, ringan dan hening; dengan harga terjangkau dan bisa dicas dengan colokan type C.
Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia, mengatakan tren penggunaan mesh nebulizer di kalangan konsumen saat ini terus meningkat. Namun, tidak semua produk yang beredar di pasaran mampu memberikan performa, konsistensi, dan keandalan yang diharapkan konsumen, sehingga membuat pengalaman pengguna menjadi kurang memuaskan.
“OMRON NE-U300 hadir dengan harga yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, namun tetap mempertahankan standar kualitas nebulizer OMRON yang telah dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia. Harapannya, lebih banyak keluarga, khususnya para ibu muda yang dinamis, punya akses ke alat bantu napas yang praktis, reliable, dengan harga terjangkau," kata Watanabe.
Ia menjelaskan Nebulizer NE-U300 dirancang dengan fokus pada fungsi, untuk memenuhi kebutuhan nyata pengguna, khususnya keluarga dengan anak kecil.
"NE-U300 dirancang rechargeable menggunakan port USB Type-C, menghilangkan kebutuhan akan baterai sekali pakai. Desainnya travel-friendly, dengan bobot hanya sekitar 117gram dan ukuran yang kecil, alat ini sangat gampang diselipkan ke saku jaket atau dalam tas sehingga cocok digunakan ketika keluarga sedang travelling dan tidak ingin skip terapi inhalasi," papar Watanabe.
Dari sisi performa, NE-U300 menghasilkan ukuran partikel aerosol rata-rata sekitar 4.12μm yang pas untuk memastikan obat masuk secara optimal ke saluran napas bawah. Semua beroperasi pada tingkat kebisingan yang sangat rendah, hanya ≤40 dB, sehingga anak bisa menjalani terapi dengan nyaman dan tenang. Sementara wadah obatnya memiliki kapasitas 10 mL, cukup untuk dosis pemakaian standar.
Editor : M Mahfud