Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Timur Tengah Belum Usai, Iran Balas Serang Pangkalan AS di Kuwait
Advertisement . Scroll to see content

Asyik, Harga Minyak Turun Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Fase II Perang dengan Iran

Senin, 03 Agustus 2026 | 14:44 WIB
  • author Mada Mahfud
Asyik, Harga Minyak Turun Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Fase II Perang dengan Iran
Harga minyak mentah dunia turun usai AS-Iran umumkan gencatan senjata fase II. (Foto: iNews Depok)

DEPOK, iNews Depok.id - Harga minyak mentah dunia turun usai AS-Iran umumkan gencatan senjata fase II. Amerika Serikat (AS) membuat jantung penduduk dunia berdegup gencang akhir pekan kemarin.

Trump menyebut AS dan Israel akan melakukan serangan ke Iran dengan sangat keras pada akhir pekan termasuk menghancurkan pembangkit listrik yang memasok listrik ke Kota Teheran. 

Namun rencana tersebut dibatalkan. Trump mengaku pembatalan karena permintaan sejumlah negara Timur Tengah dan Iran yang bersedia membuat kesepakatan. 

"Kami diminta oleh tiga kelompok utama. Kami juga diminta dengan sangat kuat oleh Iran. Mereka bilang ingin membuat kesepakatan," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (3/8/2026). 

Iran sendiri menyatakan akan membalas jika kembali diserang. Iran menargetkan fasilitas energi pasukan AS di Timur Tengah dan menghancurkan Israel. 

Diumumkannya gencatan senjata oleh Trump berdampak langsung pada harga minyak mentah dunia. 

Harga minyak mentah Brent pada Senin (3/8/2026) turun sebesar 4,94 persen menjadi 83,47 dolar AS per barel dibandingkan akhir pekan bulan Juli 2026.

Harga minyak Brent sempat kembali mencapai USD100 per barel seiring Perang Timur Tengah antara AS vs Iran fase II. 

Turunnya harga minyak langsung berimbas pada ekspektasi inflasi yang turun sehingga terjadi pelemahan dolar sebagai mata uang safev haven. 

Pantauan iNews Depok, pada Senin (3/8/2026) pagi, harga emas menguat terhadap dolar AS menjadi 4.064 dolar AS per troy ons. Pada akhir pekan kemarin harga emas berasa di titik USD 4.046 per troy ons. 

 

Editor: M Mahfud

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut