Pacu Kualitas Pendidikan, UPN Veteran Jakarta Terapkan Strategi Internasionalisasi
Hingga 2026, tutur Prof. Venus, sebanyak 18 program studi atau sekitar 40 persen dari total program studi telah mengantongi akreditasi internasional melalui FIBAA, ASIIN, IABEE, dan IAHE.
"Beberapa capaian sudah mulai terlihat sejak 2023 dan 2024. Ini menunjukkan bahwa organisasi bergerak lebih cepat daripada jadwal awal," katanya.
Pada sektor mobilitas akademik, UPN Veteran Jakarta telah mengirimkan 26 mahasiswa mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke berbagai universitas yang masuk jajaran 100 terbaik dunia.
Di sisi lain, UPN Veteran Jakarta menerima mahasiswa pertukaran dari Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand, serta mahasiswa internasional dari Timor Leste, Libya, Yaman, India, dan Pakistan. Ke depan, jumlah mahasiswa asing ditargetkan mencapai sekitar dua persen dari total mahasiswa.
Internasionalisasi juga dilakukan UPN Veteran Jakarta melalui program double degree dan joint degree bersama Ablaikhan University, Kazakhstan di Program Studi Hubungan Internasional.
Sementara itu, penguatan kualitas dosen dilakukan melalui program adjunct professor yang mulai berjalan pada 2025. Melalui program ini, profesor dari berbagai perguruan tinggi luar negeri mengajar selama satu semester di UPN Veteran Jakarta.
Dalam bidang penelitian, UPN Veteran Jakarta terus mendorong peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus dan Web of Science. Upaya tersebut turut memperkuat posisi UPN Veteran Jakarta dalam pemeringkatan SINTA.
Kerja sama internasional juga terus diperluas dengan berbagai universitas dan lembaga di Malaysia, Rusia, Amerika Serikat, Belanda, Australia, serta sejumlah negara lainnya.
Editor : M Mahfud