get app
inews
Aa Text
Read Next : Gawat! AS Serang Iran di Tengah Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Iran Luncurkan 3 Gelombang Rudal ke Israel, Harga Minyak Kembali Naik

Senin, 08 Juni 2026 | 09:35 WIB
header img
Eskalasi perang Iran lawan Israel kembali naik. Iran melancarkan serangan rudal pada Minggu (7/6/2026) sebagai respon agesi Israel ke pinggiran Ibu Kota Beirut, Lebanon, hingga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya. (Foto: Istimewa)

ISTANBUL, iNews Depok.id - Iran menyerang Israel dalam 3 gelombang rudal. Harga minyak dunia terpantau kembali naik. 

Serangan rudal Iran pada Minggu malam (7/6/2026) sebagai respons atas aksi militer Zionis yang terus menyerang Lebanon.

Eskalasi ini terjadi beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran Ibu Kota Beirut, Lebanon, hingga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya.

Serangan rudal Iran merupakan serangan pertama Iran ke Israel sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April lalu. Iran sudah berkali-kali memperingatkan bahwa gencatan senjata juga mencakup penghentian serang Israel ke Lebanon. 

Stasiun televisi pemerintah Iran IRIB, menegaskan Iran akan melanjutkan serangan rudal ke Israel jika agresi ke Lebanon tak dihentikan. Serangan Iran menimbulkan kerusakan di kota Tiberias. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan serangan Iran terhadap Israel, Minggu (7/6/2026), tak akan mengubah sikapnya untuk melanjutkan perundingan damai dengan Teheran.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan akan menginstruksikan Perdana Menteri Israel Netanyahu untuk tidak membalas serangan Iran. 

"Ini (serangan Iran) tidak akan berdampak terhadap kesepakatan," katanya, dikutip Senin (8/6/2026). 

Jika negosiasi gagal, Trump mengatakan akan mempertimbangkan tindakan militer lanjutan terhadap Iran atau memperketat lagi blokade ekonomi.

Naiknya eskalasi perang Iran vs Israel membuat harga minyak dunia meroket. Pada Senin (8/6/2026) pukul 09.00 WIB, harga minyak dunia naik. Crude oil terpantau naik 3 persen ke posisi US$ 93 per barel. 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut