Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ternyata Begini Inovasi Guardian dan IKEA untuk Terus Tumbuh di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Perokok Aktif Tembus 70 juta Orang, Sinergi Kampanye Sehat Tanpa Rokok Diluncurkan

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:53 WIB
  • author Novi
Perokok Aktif Tembus 70 juta Orang, Sinergi Kampanye Sehat Tanpa Rokok Diluncurkan
Commercial Director Guardian Indonesia, Karlina Elisabet Wirian menyatakan akan mempermudah masyarakat mendapatkan akses terapi pengganti nikotin (NRT) dalam kampanye sehat tanpa rokok. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Depok.id - Jumlah perokok aktif tembus angka 70 juta orang di Indonesia. Untuk mengurangi banyaknya jumlah perokok, Kementerian Kesehatan (Kemenkes ) menjalin sinergi dengan sejumlah pihak meluncurkan kampanye sehat tanpa rokok

Sinergi dilakukan Kemenkes RI dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kenvue, dan Guardian Indonesia. 

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan, akselerasi penurunan prevalensi perokok di Indonesia merupakan agenda krusial yang membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh lintas sektor. 

Ia merujuk data jumlah perokok aktif yang kini telah menembus angka 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya berusia 10-18 tahun.

"Tantangan kesehatan dan beban ekonomi akibat ketergantungan tembakau ini terlalu besar," kata Paulus di Jakarta, Kamis (4/6/2026). 

Menurutnya, ketergantungan tembakau menjadi salah satu krisis kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia yang membawa dampak serius secara kesehatan, sosial dan ekonomi. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan pentingnya kolaborasi komprehensif dalam menekan angka perokok. 

“Besarnya tantangan ini menuntut intervensi holistik. Melalui kampanye Sehat Tanpa Rokok, kami menggandeng sektor swasta dan organisasi profesi medis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menerima edukasi bahaya merokok, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat," kata dr. Siti Nadia. 

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut