Hari Kebangkitan Nasional, Solusi Pangan Masa Depan Jadi Riset Krusial Ketahanan Nasional
JAKARTA, iNews Depok.id – Hari ini, 20 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sejumlah tantangan dihadapi agar ketahanan nasional terjaga, salah satunya adalah solusi pangan masa depan.
Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Guru Besar IPB dan Ketua Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) menyatakan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting bahwa kemajuan bangsa ikut ditentukan oleh semangat dan kualitas generasi mudanya.
Ia menyebut generasi muda, termasuk para peneliti muda, adalah motor penggerak utama dalam menjawab kompleksitas tantangan masa depan Indonesia.
”Tantangannya adalah bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang yang memberikan dampak ganda: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelas Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc dalam ketarangan di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Agar riset bisa berkelanjutan, Purwiyatno menilai harus ada kolaborasi strategis dunia usaha dan akademik. Ia mengapresiasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang menggulirkan program Indofood Riset Nugraha yang telah berjalan 20 tahun.
Sementara itu Stefanus Indrayana, Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyatakan semangat kolaboratif antara pelaku industry dan dunia akademik diperlukan untuk menjawab tantangan masa depan.
”Indofood memandang kolaborasi dengan dunia akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem riset yang kredibel dan berkelanjutan,” kata Stefanus Indrayana.
Stefanus mengungkapkan selama dua dekade pelaksanaannya, Program Indofood Riset Nugraha telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih 200 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, Stevanus menegaskan diperlukan generasi peneliti yang tidak hanya cerdas secara akademi, tapi berani untuk bereksplorasi dan berinovasi, terutama dalam mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal guna melahirkan solusi masa depan.
”Disinilah IRN hadir, bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga turut membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani dan inovatif, serta mendorong mahasiswa untuk berjejaring dan selalu mengembangkan kapasitasnya, agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Stevanus.
Ia berharap, IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal kita menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak.
Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN angkatan 2004 yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB dan seeorang peneliti, menyebut IRN menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir yang kritis.
“Pengalaman saya dengan IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kristis, sistematis dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak.”
Senada dengan itu, Mariska Priscilla, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, menilai pendampingan bersama tim pakar selama IRN membentuk pola pikir yang lebih solutif.
”Riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat,” kata Mariska.
Editor : M Mahfud