Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Es Gabus Bawa Berkah, Rumah Sudrajat Direnovasi Pemkab Bogor
Advertisement . Scroll to see content

Kurangi Impor Bahan Baku Obat, Pabrik Ekstrak Bahan Alami Resmi Beroperasi di Bogor

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:24 WIB
  • author Novi
Kurangi Impor Bahan Baku Obat, Pabrik Ekstrak Bahan Alami Resmi Beroperasi di Bogor
Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat mencapai 94 persen. Untuk mengurangi bahan baku impor, sebuah perusahaan ekstrak bahan alami resmi beroperasi di Bogor. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iNews Depok.id – Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat. Untuk mengurangi bahan baku impor, sebuah perusahaan ekstrak bahan alami resmi beroperasi di Bogor. 

PT Phytochemindo Reksa meresmikan pabrik ekstraksi bahan alam terbarunya di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Selasa (12/5).

Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Pabrik ini digadang-gadang menjadi fondasi operasional perusahaan untuk 20 tahun ke depan sekaligus menjadi simbol optimisme industri herbal Indonesia dalam menembus pasar global.

Menekan Impor

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat (BBO) impor saat ini masih menjadi tantangan besar. Data menunjukkan bahwa untuk obat kimia, sekitar 94% bahan bakunya masih didatangkan dari luar negeri. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Mohamad Kashuri, menekankan pentingnya kehadiran industri ekstraksi bahan alam (IEBA) lokal.

"Kemandirian nasional dibangun dari berbagai aspek, salah satunya energi dan kesehatan. Dengan kekayaan biodiversitas yang luar biasa, industri ekstraksi bahan alam memiliki potensi strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi serta mengurangi ketergantungan kita pada impor," ujar Kashuri dalam sambutannya.

Kehadiran pabrik Klapanunggal ini menambah jumlah IEBA nasional dari 18 menjadi 19 perusahaan. Secara ekonomi, sektor ini diharapkan mampu berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Inovasi Berbasis Sains

Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, menegaskan bahwa perusahaan ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap produk herbal. Menurutnya, herbal Indonesia harus dipandang sebagai bagian dari sains modern, bukan sekadar tradisi turun-temurun.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa herbal memiliki daya saing tinggi di pasar internasional jika dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat. Investasi kami pada laboratorium riset dan teknologi produksi dalam negeri adalah wujud nyata komitmen tersebut,” ungkap Patrick.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut