Wangi Parfum Tak Bertahan Lama di Iklim Tropis Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews Depok.id — Wangi parfum tak mampu bertahan lama di iklim tropis di Indonesia. Kondisi panas dan lembap membuat wangi parfum cepat lenyap dan tidak bertahan sepanjang hari.
Josh Frost, praktisi parfum menyatakan tantangan utama penggunaan parfum di Indonesia bukan pada pilihan aroma, melainkan daya tahan.
"Banyak parfum dirancang untuk iklim yang lebih sejuk. Eau de Toilette (EDT) umumnya memiliki konsentrasi sekitar 10 persen, sementara Eau de Parfum (EDP) sekitar 15 persen," kata Josh Frost, Founder & Perfumer BestPerfume.Store, Sabtu (2/5/2026).
Dengan komposisi EDT 10 persen dan EDP 15 persen, wangi parfum hanya akan bertahan sepanjang hari di negara iklim sejuk.
"Namun di Indonesia yang kondisinya panas dan lembap, wangi parfum sering kali tidak bertahan sepanjang hari," kata Josh Frost.
Menyikapi hal tersebut, Josh Frost menyatakan , BestPerfume.Store memformulasikan konsentrasi EDP hingga 50 persen, lebih dari tiga kali lipat standar EDP untuk parfum di negara iklim sejuk.
Josh mengungkapkan BestPerfume.Store sudah teruji di Singapura yang memiliki iklim panas seperti di Indonesia. Kini produk serupa diproduksi di Bekasi sehingga lebih mudah untuk dikirim ke seluruh Indonesia.
"Pembangunan fasilitas produksi dan distribusi di Bekasi sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pasar Indonesia," tegas Frost.
Agar bisa diterima masyarakat Indonesia yang beragam di 34 provinsi, BestPerfume.Store memproduksi 300 varian.
Editor : M Mahfud