Kinerja Stabil di Tengah Situasi Menantang, Ini Strategi Jitu SMBC Indonesia
Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti Bank yang tetap solid.
Kinerja anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatat laba bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, tumbuh 2,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara itu, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.
Penguatan CASA Dukung Struktur Pendanaan yang Lebih Efisien
SMBC Indonesia mencatat penguatan dana murah (current account saving account/CASA) sebagai salah satu pendorong utama kualitas pendanaan pada Triwulan I-2026. Saldo CASA tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, rasio CASA meningkat dari 35,7% menjadi 44,1%, mencerminkan keberhasilan strategi Bank dalam mengoptimalkan komposisi dana pihak ketiga yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Henoch.
Editor : M Mahfud