Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera Lima Amanat untuk Selamatkan Industri Tembakau Rakyat
MADURA, iNewsDepok.id – Di tengah gencarnya operasi pemberantasan rokok ilegal dan polemik pita cukai, sebuah sikap tegas muncul dari pelaku industri nasional. HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang akrab disapa Gus Lilur, Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), mendeklarasikan Panca Ampera .
Akronim tersebut bermakna Lima Amanat Petani Tembakau Madura – Nusantara. Menurut Gus Lilur, kelima poin ini bukan sekadar teori, melainkan refleksi dari jeritan hati jutaan petani dan pengusaha rokok kecil di akar rumput.
“Ini bukan sekadar aspirasi. Ini adalah suara dari bawah. Suara petani, buruh, dan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi fondasi industri tembakau nasional,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4).
1. Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Pribumi
Gus Lilur mendesak penegakan hukum yang lebih adil dan proporsional. Ia menilai pelaku UMKM sering kali disamaratakan dengan jaringan kriminal besar, padahal mereka adalah penggerak ekonomi rakyat.
“Pengusaha rokok pribumi, khususnya skala UMKM, tidak boleh diposisikan sebagai musuh. Mereka adalah bagian dari ekonomi rakyat. Kalau ada pelanggaran, harus dilihat konteksnya. Jangan sampai terjadi kriminalisasi terhadap mereka yang sebenarnya sedang berjuang untuk bertahan,” tegasnya.
2. Berantas Rokok Ilegal secara Tepat Sasaran
Meskipun membela pengusaha kecil, Gus Lilur setuju bahwa rokok ilegal merusak ekosistem industri dan merugikan negara. Namun, ia menekankan agar penindakan tidak salah sasaran.
“Rokok ilegal harus ditindak tegas. Ini penting untuk menjaga fairness dalam industri. Tapi penindakan harus tepat sasaran, bukan justru melemahkan pelaku usaha legal yang sedang tumbuh,” tambahnya.
3. Desak Realisasi Cukai Khusus Rokok Rakyat
Ia menagih janji Menteri Keuangan terkait skema cukai khusus. Baginya, struktur tarif saat ini terlalu mencekik UMKM.
“Kita butuh skema cukai khusus untuk rokok rakyat. Ini penting agar pelaku usaha kecil bisa masuk ke sistem resmi tanpa terbebani biaya yang tidak realistis,” jelas Gus Lilur.
4. Percepatan KEK Tembakau Madura
Gus Lilur mendorong percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat hilirisasi.
“KEK Tembakau Madura bukan hanya proyek ekonomi. Ini adalah jalan keluar untuk membangun industri tembakau yang adil dan berkelanjutan,” ungkapnya optimistis.
5. Kesejahteraan Petani Tembakau sebagai Prioritas Negara
Poin terakhir menekankan bahwa petani adalah aktor utama yang paling sering dirugikan oleh fluktuasi harga dan minimnya perlindungan.
“Jutaan petani tembakau adalah fondasi industri ini. Kalau mereka tidak sejahtera, maka seluruh rantai industri akan rapuh. Negara harus hadir untuk memastikan mereka mendapatkan harga yang layak dan kepastian usaha,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Gus Lilur menegaskan bahwa Panca Ampera adalah arah kebijakan yang harus diambil jika pemerintah ingin melihat industri tembakau nasional yang mandiri. “Jangan sampai mereka terus menjadi pihak yang paling lemah dalam sistem yang seharusnya melindungi mereka,” tutupnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar