get app
inews
Aa Text
Read Next : Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata Trump, Bersedia Bebaskan Sandera Israel

Kunjungan Prabowo ke AS Untungkan Ekonomi Indonesia dan Dukungan ke Palestina

Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:33 WIB
header img
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat dinilai akan menguntungkan untuk ekonomi Indonesia dan dukungan ke Palestina. Foto: dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA, iNews Depok.id - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat dinilai akan menguntungkan untuk ekonomi Indonesia dan dukungan ke Palestina

Dalam kunjungan itu, Prabowo Subianto resmi menandatangani perjanjian dagang dengan Presiden Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026). Kunjungan Presiden RI tersebut dirangkai menghadiri KTT perdana Board of Peace.

Pengamat hubungan internasional, Subhan Yusuf menilai kunjungan Presiden Prabowo bernilai strategis bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun dukungan kepada Palestina.

Menurut Subhan kesepakatan dagang antara Indonesia-AS akan menguntungkan posisi Indonesia. Meski dikenakan tarif 19 persen oleh Trump, tetapi itu telah turun dari 32 persen. 

Selain itu juga banyak produk yang akhirnya dikenai tarif 0 persen. 

"Ini akan membuka akses pasar lebih luas bagi ekspor Indonesia. Juga akan mendorong investasi di sektor hilirisasi, energi bersih, dan industri strategis," kata alumni Colegium Civitas Polandia ini dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Menurut Subhan, langkah Prabowo akan memperluas hubungan ekonomi dengan AS. Langkah itu bukan berarti berpihak pada salah satu kekuatan ekonomi dunia, melainkan menjalin hubungan dengan semua pihak. 

"Indonesia sedang memperluas opsi, bukan mempersempit pilihan. Hubungan kuat dengan AS tidak berarti menjauh dari Tiongkok. Terlebih keterlibatan kita di ASEAN dan G-20 akan memperkuat status Indonesia sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh," tutur Subhan. 

Kehadiran Presiden Prabowo di KTT Board of Peace juga dinilai sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia. Langkah ini akan memperkuat citra sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian.

"Dalam konteks rekonstruksi Gaza, Indonesia tidak menempatkan diri sebagai pengamat pasif. Presiden Prabowo Subianto memilih strategi diplomasi inklusif, yakni tampil dengan sikap ketimuran yang khas, bersahabat ke segala arah tanpa kehilangan kendali pada posisi normatifnya," tutur Subhan. 

Kehadiran Presiden RI di KTT Board of Peace ini juga memperkuat konsistensi identitas Indonesia sebagai pendukung kemerdekaan Palestina. 

"Kehadiran Indonesia bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari konsistensi sejarah dan posisi moral Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina," pungkasnya.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut