Agar Kulit Tetap Glowing di Bulan Ramadhan dan Lebaran 2026, Ini Caranya
JAKARTA, iNews Depok.id — Agar kulit tetap glowing meski menjalani puasa Ramadhan 2026.Caranya dengan pendekatan DNA-based dan collagen stimulator dalam menjaga kesehatan kulit.
Demikian dipaparkan dr. Dara Ayuningtyas dari ZAP Clicic dalam keterangan di Jakarta, Jumat (13/2/2026) menyambut bulan Ramadhan 2026.
Bulan Ramadan 2026 akan mulai pekan depan, Rabu 18 Februari 2026.
dr. Dara menyebut akan ada perubahan signifikan pada metabolisme tubuh, pola makan, hidrasi, hingga kualitas tidur saat seorang menjalani puasa Ramadhan.
"Untuk kulit bisa menjadi lebih kering, sensitif, dan tampak kusam jika perawatan tak disesuikan," kata dr. Dara.
Ia menyebut 3 pendekatan utama bisa dilakukan dalam perawatan kulit menyambut Ramadan–Lebaran 2026.
3 pendekatan yakni regenerasi biologis, hidrasi mendalam danpenguatan skin barrier, serta penggunaan teknologi berbasis energi yang amandan minim downtime.
Regenerasi Biologis: DNA-Based Skin Recovery
Selama puasa, regenerasi kulit akan melambat. Untuk mengatasi itu bisa dilakukan perawatan berbasis DNA dan Polynucleotide (PN).
"Ini akan membantu pemulihan kulit secara alami dari dalam," kata dr. Dara.
Pendekatan DNA-based dinilai memberikan hasil yang lebih stabil karena fokus pada peningkatan kualitas kulit jangka panjang.
Beberapa perawatan yang dikenal dalam kategori ini antara lain Nucleofil dan Revok50, yang berperan sebagai skin booster untuk membantu memperbaiki kondisi kulit yang tampak lelah selama Ramadan.
Collagen Stimulator: Investasi Kulit Jangka Panjang
Tren berikutnya adalah meningkatnya minat terhadap perawatan yang berorientasi pada hasil bertahap dan berkelanjutan. Collagen stimulator menjadi pilihan karena bekerja dengan merangsang produksi kolagen alami kulit secara perlahan.
Pendekatan ini menitikberatkan pada perbaikan tekstur kulit, tampilan pori, serta kualitas kulit secara keseluruhan.
Juvelook menjadi salah satu perawatan yang banyakdibicarakan karena dikenal memberikan hasil yang natural dan progresif.
Hidrasi Medis & Teknologi Energi yang Lebih Gentle
Perubahan jam makan dan minum selama Ramadan juga berdampak pada kelembapan kulit. Karena itu, perawatan hidrasi berbasis medical-grade Hyaluronic Acid seperti Xela Rederm menjadi salah satu tren yang menonjol untuk menjaga kulit tetap kenyal dan segar selama puasa.
Di sisi lain, teknologi energy-based treatment dengan downtime minimal semakin diminati, terutama menjelang Lebaran. Yellow Laser dikenal membantu mencerahkan dan menenangkan kulit, sementara Ultraformer, teknologi non-bedah berbasis focused ultrasound, memberikan efek lifting yang halus dan natural tanpa waktu pemulihan panjang.
dr Dara menyebut perawatan kecantikan medis yang banyak diminati selama Ramadan–Lebaran 2026 berkisar antara Rp3 juta hingga Rp8 juta per sesi, tergantung jenis teknologi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Editor : Mahfud