Komunitas Muslim Indonesia Paling Berpengaruh, Aktif Interaksi soal Ibadah
JAKARTA, iNews Depok.id - Komunitas muslim Indonesia paling berpengaruh di dunia dengan aktif berinteraksi soal ibadah.
Penilaian tersebut disampaikan Nafees Khundker, Chief Executive Officer Muslim Pro dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
"Indonesia komunitas yang paling aktif dan berpengaruh," kata Nafees Khundker.
Interaksi membahas agama akan meningkat saat Ramadan 2026. Merespons hal tersebut, Muslim Pro meluncurkan Ramadan Re:Charge, sebuah inisiatif Ramadan yang bertujuan untuk mendukung keterlibatan ibadah secara berkelanjutan melalui perpaduan teknologi, konten, fitur komunitas, serta aktivasi di lapangan.
"Indonesia sangat penting bagi Muslim Pro, dengan sekitar 3,6 juta pengguna aktif bulanan," ungkap Nafees.
Ia menyebut tingkat partisipasi komunitas muslim Indonesia mencapai konsisten tinggi mulai dari kontribusi dalam pembuatan konten, interaksi di ruang komunitas, hingga keterlibatan dalam berbagai inisiatif berbasis tujuan sosial.
Terkait Ramadan Re:Charge, Muslim Pro terinspirasi dari pemahaman bahwa menjaga konsistensi ibadah selama satu bulan penuh merupakan sebuah proses yang berjalan dari hari ke hari.
"Inisiatif ini membingkai progres ibadah sebagai sesuatu yang personal dan penuh empati," ujar Nafees.
Secara keseluruhan, Ramadan Re:Charge mengintegrasikan peningkatan pengalaman Al-Qur’an di aplikasi Muslim Pro, konten reflektif berbasis keimanan, koneksi komunitas digital melalui Ummah Pro, serta pendekatan storytelling yang dipimpin oleh kreator Indonesia di Qalbox.
Inisiatif ini juga dilengkapi dengan aktivasi offline di Jakarta, yang mencerminkan pendekatan Muslim Pro dalam menghubungkan platform digital dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Pada level produk, Al-Qur’an tetap menjadi salah satu fitur yang paling banyak digunakan di Muslim Pro secara global, khususnya selama Ramadan.
“Fokus kami adalah kesinambungan, bukan kuantitas,” ujar Siti Zahidah, Public Relations Manager Muslim Pro.
“Kami merancang fitur yang mencerminkan bagaimana orang berinteraksi dengan
iman dalam kehidupan nyata, di berbagai momen dan tingkat intensitas yang berbeda,” ucapnya.
Konten dan komunitas tetap menjadi elemen penting dalam strategi keterlibatan Muslim Pro.
Selama Ramadan, Qalbox akan menghadirkan berbagai program berbasis keimanan, termasuk Rise of Mercy, sebuah serial mikro Islami produksi Indonesia yang dikembangkan oleh Simpul Project dan dipimpin oleh Renaldy Agung Pratama, kreator pemenang Stories by Muslim Pro, festival konten digital perdana yang diselenggarakan pada 2025.
Interaksi komunitas juga diperkuat melalui Ummah, di mana pengguna dapat berbagi refleksi serta berpartisipasi dalam kompetisi foto Ramadan berskala global, dengan 10 peserta terpilih menerima hadiah Badal Umrah.
Di luar ranah digital, Muslim Pro juga akan menyelenggarakan Roving Takjil di Jakarta pada 28 Februari, dengan menghadirkan food truck beridentitas Muslim Pro yang membagikan makanan berbuka puasa di sepanjang rute antar masjid, dan berakhir di Masjid Istiqlal.
Menurut Muslim Pro, Ramadan Re:Charge mencerminkan strategi yang lebih luas untuk membangun keterlibatan jangka panjang, bukan sekadar mendorong penggunaan musiman.
Editor : M Mahfud