get app
inews
Aa Text
Read Next : FTI 2025, Menbud Berharap Teater Jadi ruang Percakapan Nasional

Festival Teater Indonesia Bergulir, Ada 20 Pertunjukan Teater di 4 Kota

Kamis, 27 November 2025 | 10:23 WIB
header img
Festival Teater Indonesia (FTI) bergulir untuk pertama kali. Dalam periode 1-16 Desember 2025 ada 20 pertunjukan di 4 kota yakni Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta. Foto: Novi

JAKARTA, iNews Depok.id - Festival Teater Indonesia (FTI) bergulir untuk pertama kali. Dalam periode 1-16 Desember 2025 ada 20 pertunjukan di 4 kota yakni Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta.

FTI merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Titimangsa dan Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI. 

“Tahun ini adalah perhelatan pertama Festival Teater Indonesia. Saya berharap kegiatan ini bukan hanya membuka ruang silaturahmi budaya dan kesusastraan, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka diri, beradaptasi dengan satu sama lain dari seluruh Indonesia. Sebab setiap wilayah punya kebiasaan yang berbeda-beda," kata Happy Salma, Penggagas Festival Teater Indonesia saat konferensi pers, Rabu (26/11/2025) di Gedung Kemendikdasmen, Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

"Meski kita punya latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, bahkan interes yang berbeda, panggung bisa menyatukan. Di Festival Teater Indonesia, kita akan mempererat tali persaudaraan, utamanya dalam ekosistem seni teater tanah air,” tambah Happy Salma.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra mengemukakan, Festival Teater Indonesia sejak awal dirancang selaras dengan agenda besar Kementerian Kebudayaan, terutama penguatan ekosistem sastra dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

“Pertama, selaras dengan program-program penguatan ekosistem sastra, FTI menjadi ruang penting untuk mendorong alih wahana karya sastra Indonesia ke panggung teater. Praktik silang-media seperti ini terbukti efektif menghidupkan ekosistem sastra. Kedua, FTI juga sejalan dengan tujuan MTN Seni Budaya, yaitu membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru untuk berkiprah di panggung nasional dan internasional. FTI memperkuat jalur perkembangan karier mereka di bidang sastra dan seni pertunjukan,” kata Ahmad Mahendra.

Acara ini bukan sekadar pementasan, tetapi dirancang sebagai titik temu nasional bagi ekosistem teater Indonesia.

Sebelumnya, Panggilan Terbuka telah dilaksanakan semenjak 25 Agustus hingga 19 September 2025. Kegiatan ini berhasil menjaring 213 pendaftar dari 95 kabupaten/kota di 25 provinsi se-Indonesia. 

“Bekerja dengan banyak orang dari banyak kota, dengan kebiasaan dan budaya yang sedikit berbeda, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk belajar dan saling memahami. Perbedaan yang ditemukan di setiap wilayah bukanlah hal yang perlu diseragamkan. Kami malah ingin menggarisbawahi apa yang khas dari wilayah tersebut. Hal yang diseragamkan hanya masalah administratif agar pekerjaan dan komunikasi lebih lancar saja,” ungkap Pradetya Novitri, Direktur Festival Teater Indonesia.

Pengumuman kelompok/seniman terpilih disampaikan secara daring pada 30 September 2025. Mereka akan mementaskan naskah-naskah teater adaptasi dari karya sastra Indonesia.

“Prinsip dasar tim kurator dalam memilih penampil Festival Teater Indonesia adalah, pertama, apa tawaran konseptual karya secara estetika maupun pilihan karya sastra yang diadaptasi. Kedua, kesesuaian kontekstual antara gagasan dengan realitas di kota penyelenggara. Dan terakhir, keadilan representasi, yaitu kami memastikan kesetaraan akses kewilayahan dan generasi. Keberagaman karya juga sangat penting, misalkan dalam gaya, medium, eksperimental, dan lainnya, sehingga penonton menyaksikan spektrum bentuk pertunjukan yang luas,” jelas Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia, dosen dan sutradara teater yang juga menjabat Sekretaris Umum Penastri.

20 kelompok teater terpilih, mendapatkan pendanaan produksi serta pendampingan dari kurator festival. 

“Tugas kami para kurator adalah memastikan kesiapan seniman agar dapat mementaskan karya terbaiknya di panggung Festival Teater Indonesia. Memang ada tantangan selama pendampingan, tetapi setiap kurator telah terlebih dahulu mempelajari latar belakang dan kecenderungan praktik berkarya si seniman. Dengan demikian, pendekatan kurator jadi lebih humanis dan kekeluargaan. Intinya menjadi pendengar yang baik dan teman ngobrol yang asyik,” ungkap Tya Setyawati, kurator Festival Teater Indonesia, yang berdomisili dan aktif berkesenian di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Mengusung tema "Sirkulasi Ilusi", festival ini menyoroti perjumpaan antara realitas dan representasi. 

Selain pementasan utama yang berlangsung di Auditorium RRI Medan (1-3 Des), Gedung Kesenian Palu (6-8 Des), Taman Budaya NTB Mataram (10-12 Des), dan Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta (14-16 Des), pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program sayap seperti bincang karya, lokakarya, diskusi, dan pameran arsip. 

Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkuat tali persaudaraan antar-komunitas teater lintas wilayah, mendorong regenerasi, dan mendokumentasikan jejak sejarah teater lokal.

FTI juga akan memberikan Penghargaan atas Pengabdian Seumur Hidup (PSH FTI) kepada tokoh-tokoh seniman yang berdedikasi di masing-masing kota penyelenggara.

Tiket seluruh pertunjukan FTI dapat dipesan secara gratis melalui laman resmi Yayasan Titimangsa.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut