Pelanggaran Prosedur dan Pengoperasian Server
Asep menjelaskan, tindak pidana tersebut berlangsung dalam kurun waktu 2025 hingga 2026. Para tersangka disinyalir memberi instruksi untuk menyadap berbagai nomor telepon tanpa mengikuti mekanisme resmi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penyadapan pada Pusat Pemantauan Kepolisian.
Sejumlah nomor telepon target dimasukkan secara langsung ke dalam server Lawful Intercept Management System tanpa melewati tahap verifikasi. Penyadapan tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan proses penegakan hukum, baik pada tahap penyelidikan maupun penyidikan yang sah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
