JAKARTA, iNewsDepok.id — Gatotkaca, sebuah kelompok relawan dan pendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pandangan resmi terkait capaian dan arah kebijakan dua tahun perjalanan pemerintahan. Fokus utama yang disorot adalah keberanian Presiden Prabowo dalam melakukan koreksi mendasar serta menata ulang tatanan ekonomi nasional agar berlandaskan pada konstitusi UUD 1945.
Penggagas Gerakan Relawan, Harris Rusly Moti, menegaskan bahwa perjalanan reformasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun memang berhasil menciptakan kebebasan di ruang politik, mulai dari kemerdekaan pers hingga jaminan berpendapat. Namun, kebebasan politik tersebut dinilai menjadi sebuah "demokrasi semu" apabila tidak berjalan seiring dengan agenda demokratisasi ekonomi.
"Praktek demokrasi semu terjadi ketika rakyat hanya difasilitasi pengeras suara dan mimbar untuk bebas berkumpul dan berpendapat, tetapi di saat yang sama tidak dilibatkan secara setara dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber ekonomi kekayaan negara. Jangan sampai rakyat yang mati-matian berjuang, tapi yang mengonsumsi nangkanya hanya segelintir kaum serakahnomic, sementara 99 persen rakyat hanya kena getahnya saja," ujar Harris Rusly Moti dalam keterangannya di Hotel Gren Alia Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
