JAKARTA, iNews Depok.id — Indonesia menyimpan potensi luar biasa sebagai pusat peradaban dan kebudayaan global. Kekayaan yang membentang dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, hingga deretan situs arkeologi bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan modal strategis untuk memperkuat identitas nasional dan diplomasi internasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mengatakan hal tersebut saat Kuliah Umum bertajuk ‘Indonesia sebagai Megadiversity Kebudayaan: Strategi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Warisan Budaya Bangsa’ di Taman Mini Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Acara tersebut menghadirkan empat narasumber lintas sektor, yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan, sejarawan dan budayawan senior Anhar Gonggong, serta Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian.
Para narasumber membedah strategi pemajuan kebudayaan sekaligus membangun ruang dialog bersama publik dan generasi muda.
Dalam paparan utamanya, Fadli Zon membeberkan bahwa Indonesia menguasai keberagaman yang teramat luas dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, serta 718 bahasa daerah. Kekayaan tersebut menempatkan Indonesia bukan lagi sekadar negara yang beragam, melainkan negara dengan megadiversitas kebudayaan yang nyata.
“Indonesia bukan sekadar negara yang memiliki keberagaman budaya, tetapi merupakan negara dengan megadiversitas kebudayaan. Kekayaan ini adalah modal strategis untuk memperkuat identitas nasional, membangun karakter bangsa, serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam perkembangan peradaban manusia,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon mengajak masyarakat untuk memandang keberagaman budaya sebagai kekuatan perekat sosial atau *binding power* yang mempersatukan Bangsa Indonesia di tengah perbedaan. Lebih dari itu, kebudayaan berfungsi sebagai soft power yang dapat menopang diplomasi kebudayaan antarnegara secara mendasar.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
