Terkait tantangan tersebut, Ellya Cen menyatakan kesiapan Schneider untuk menghadirkan infrastruktur data center yang siap mendukung era AI.
Jika sebelumnya data center secara dominan mengandalkan air cooling, perkembangan AI dengan densitas yang semakin tinggi mendorong penggunaan pendekatan hybrid cooling yang menggabungkan air cooling dan liquid cooling.
Teknologi liquid cooling dinilai memiliki kemampuan untuk menangani panas secara lebih presisi pada lingkungan dengan densitas tinggi, sekaligus membantu meningkatkan efisiensi energi dan mendukung skalabilitas operasional.
"Melalui portofolio end-to-end yang mencakup power, cooling, racks, dan software management, Schneider Electric membantu operator data center membangun infrastruktur yang lebih efisien, andal, dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan AI secara berkelanjutan," pungkas Ellya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
