DEPOK, iNews Depok.id - Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar H. M. Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum., menegaskan akan terus mengawal pembangunan 96 Ruang Kelas Baru (RKB) dan gedung SMKN 5 Limo.
Langkah tersebut menjadi bagian konkret Hasbullah Rahmad dalam memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat Jawa Barat, termasuk di daerah pemilihannya, Kota Depok dan Kota Bekasi (Dapil Jabar VIII).
Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus perhatiannya di parlemen. Ini sesuai dengan kewenangan Bang Has, sapaan akrabnya, yang kini duduk di Komisi V DPRD Jawa Barat.
Komisi V DPRD Jawa Barat adalah komisi yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, dengan ruang lingkup tugasnya mencakup pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, sosial, serta pemberdayaan perempuan, termasuk penanganan penyandang cacat dan anak terlantar.
“Saya sebagai wakil masyarakat Depok-Bekasi di DPRD Jawa Barat, dan kebetulan saya masuk di Banggar (Badan Anggaran) akan senantiasa mengawal dan memperjuangkan kebutuhan Kota Depok di Jawa Barat. Sejauh ini, kewajiban Pemrov Jabar di Kota Depok sudah terkawal dengan baik, termasuk pembangunan SMAN dan SMKN,” kata Bang Has, Rabu (25/3/2026).
Bang Has mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) giat membangun Ruang Kelas Baru (RKB) dan infrastruktur sekolah di Depok, sebagai salah satu wilayah sasaran.
Untuk tahun 2026, target dibangun 96 RKB lengkap dengan masin meja, kursi, plus kamar mandi atau WC. "Itu peruntukannya untuk SLB, SMA, dan SMK negeri," jelas Bang Has.
Pada tahun 2026 juga akan dibangun SMK Negeri 5 di Limo Depok. "Tanahnya sudah mendapat hibah dari Pemerintah Kota Depok,” paparnya.
Pembangunan RKB di Depok sudah berlangsung sejak tahun 2025 dengan terbangun lebih dari 100 RKB.
Menurut Bang Has, pembangunan RKB merupakan konsekuensi dari Keputusan Gubernur memperbolehkan SMA dan SMK negeri menerima lebih dari 36 siswa per ruang kelas, bahkan sampai 50 siswa. "Untuk memberikan kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar, Pemprov Jabar harus membangun ruang kelas baru di setiap sekolah,” tuturnya.
Ia mencontohkan SMKN 3 di Kalimulya mendapat 6 RKB dan SMKN 4 di Sukatani dibangin 6 RKB.
Tambahan ruang kelas ini untuk menampung siswa di kelas yang diisi lebih dari 36 siswa atas kebijakan Gubernur di SMPB tahun lalu. Ruang kelas akan lebih manusiawi,” imbuh Bang Has.
Agar lebih maksimal, Gubernur Jawa Barat, mengeluarkan kebijakan bahwa ruang kelas yang akan dibangun di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat wajib memiliki meja, kursi, dan kamar mandi/WC.
“Jadi, anak yang ingin buang air kecil tidak akan keluar kelas lagi. Tinggal angkat tangan dan ke belakang sebentar, setelah itu kembali ke ruangan dan tidak akan tertinggal pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kalau izin keluar, akan ketinggalan mata pelajaran,” jelas Bang Has.
“Kebijakan ini mempermudah dan memberikan kenyamanan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar di setiap sekolah di Jawa Barat,” tambahnya.
Dengan dibangunnya ruang kelas baru di setiap sekolah negeri, harapannya daya tampung SLB, SMA, dan SMK negeri akan lebih banyak. Bahkan, untuk SMK juga dibangunkan laboratorium untuk praktik siswa, sehingga melahirkan lulusan yang siap kerja sesuai dengan jurusan yang ditempuh.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
