Sementara itu Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia yang bermitra dengan LDC menyatakan pertanian regeneratif mengurangi ketergantungan pada input kimia tanpa menurunkan hasil panen.
"Hingga saat ini, teknologi ini telah berkontribusi pada pengurangan lebih dari 5 juta liter pestisida dan sekitar 17.500 ton emisi CO₂ di Indonesia dan Malaysia," kata Kukuh.
Menurutnya kolaborasi dengan LDC memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif agar petani dapat menerapkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.
"Ekosistem pertanian regeneratif bertujuan menghasilkan kopi rendah emisi dengan manfaat simultan yakni peningkatan pendapatan petani, lingkungan lebih sehat, dan produk yang lebih sehat bagi konsumen," ujar Kukuh.
Taufiq, seorang petani kopi yang mengikuti demo plot LDC mengaku mendapat bantuan dari LDC berupa alat untuk membuat biochar sejenis arang.
"Arang biochar itu banyak manfaat untuk menyimpan air, nutrisi dan sekaligus Itu insektisida hayati. Jadi penggunaan pestisida sudah tak ada," kata Taufiq.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
