Hospital Disaster Plan, Strategi Rumah Sakit Hadapi Bencana

Tim iNews Depok
Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand, Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Ketua Kompartemen Manajemen Penunjang dan Tanggap Bencana PERSI Pusat. Foto: Ist

OPINI

Oleh: Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand, Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Ketua Kompartemen Manajemen Penunjang dan Tanggap Bencana PERSI Pusat. 

HOSPITAL Disaster Plan (HDP) yang baik dan teruji menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan resiliensi atau ketahanan rumah sakit menghadapi bencana.

Materi tersebut saya sampaikan selaku Ketua Kompartemen Manajemen Penunjang dan Tanggap Bencana PERSI Pusat saat menjadi pembicara dalam seminar nasional “Hospital Risk Management in Disaster”.

Seminar dilaksanakan program studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI Jakarta pada tanggal 24 Januari 2026.

Seminar juga dihadiri  menghadirkan beberapa pembicara pakar kebencanaan lainnya dari dalam dan luar negeri seperti Prof Paul Barnes (Grifith University Australia), Prof dr Tjandra Yoga, Prof Dr Ir Perdana Wahyu Santosa, Dr Jaya Murjaya, dr Dicky Budiman PhD, Dr dr Lia Partakusuma dan beberapa pakar lainnya.

Seminar ini menjadi tindak lanjut dampak bencana banjir bandang di Sumatera pada akhir tahun 2025, sejumlah rumah sakit ikut terkena bencana.

Setiap rumah sakit berpotensi untuk menghadapi bencana, baik bencana internal maupun bencana eksternal.

Saya menyampaikan bahwa 5 poin terkait kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana yakni:

Pertama, pada tahun 2025 PERSI telah merilis buku tentang Pedoman Penyusunan Hospital Disaster Plan (HDP) yang didalamnya membahas tentang:

1. Kerangka konsep manajemen bencana Kesehatan

2. Elemen akreditasi yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah sakit terhadap bencana

3. Analisis risiko bencana dan krisis kesehatan di rumah sakit

4. Struktur pengorganisasian tim bencana rumah sakit

5. Penentuan fasilitas dalam kesiapsiagaan mengadapi situasi bencana di rumah sakit

6. Perhitungan kesiapsiagaan logistik medis- non medis 

7. Identifikasi dan penyusunan SOP bencana

8. Membangun jejaring dan pelibatan masyarakat dalam pengembangan HDP

9. Menyusun rencana uji coba dan pelatihan bencana

10. Penguatan dukungan manajemen pada situasi bencana di rumah sakit

Kedua, PERSI sedang mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bencana Rumah Sakit (SIMBERS) yang nantinya akan terhubung secara real time dengan seluruh rumah sakit anggota PERSI. 

Aplikasi ini akan memberikan informasi tentang data kesiapsiagaan rumah sakit, Early Warning System (EWS) potensi bencana yang akan timbul serta Panic Button System (PBS) bila rumah sakit dalam kondisi tidak operasional yang memerlukan bantuan dari rumah sakit yang terdekat.

Ketiga, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit akan dilaksanakan simulasi bencana nasional pada bulan Agustus 2026 di Sibolga. Kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan Latma Pacific Partnership yang merupakan kerjasama antara Puskes TNI dengan US Navy. 

Selain itu, kegiatan ini juga akan melibatkan beberapa instansi lain, seperti Puskrisis Kemenkes, BNPB, Basarnas, Dinkes wilayah, BPBD, PERSI wilayah dan beberapa steak holder terkait lainnya.

Keempat, terkait regulasi untuk menyiapkan kesiapsiagaan rumah sakit, PERSI akan mengusulkan penyesuaian indikator penilaian dalam Elemen Penilaian (EP) akreditasi rumah sakit khususnya pada EP Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dengan menambahkan indikator HDP dan simulasi bencana rumah sakit. 

Dengan melakukan simulasi kesiapsiagaan rumah sakit akan berubah dari Preparedness menjadi Readiness.

Kelima, saat ini perlu strategi yang jitu dari rumah sakit di Indonesia dalam menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan pelayanan. Tantangan tersebut antara lain adalah:

1. Keterbatasan SDM yang berkualitas

2. Tingginya biaya operasional

3. Tingginya investasi teknologi

4. Adaptasi digitalisasi yang rentan dengan bahaya siber

5. Ancaman Regulasi dan Akreditasi

6. Rendahnya pembiayaan JKN

7. Thrust Rumah Sakit Dalam Negeri yang masih kalah dengan Rumah Sakit Luar Negeri

8. Munculnya ancaman External (misalnya Pandemi dan Bencana Alam)

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network