DEPOK, iNews Depok.id – Tinju dunia kelas berat. Kilas balik Anthony Joshua, mantan juara dunia tinju kelas berat yang akan pensiun setelah alami tragedi kecelakaan mobil di Nigeria.
Kecelakaan yang terjadi pada 30 Desember 2025 ini begitu mengerikan. Dua pelatih Joshua, tewas. Joshua yang selamat membutuhkan waktu untuk pulih dari trauma tabrakan maut dan dikabarkan segera pensiun sebagai petinju.
Anthony Joshua mencatatkan sejarah yang gilang gemilang di ring tinju dunia. Sampai akhirnya datang sebuah kejutan terbesar dalam dunia tinju saat dibekuk KO oleh Andy Ruiz.
Petinju Amerika Serikat keturunan Meksiko ini dipilih sebagai lawan pengganti karena dianggap mudah ditaklukkan.
Awalnya, Andy Ruiz yang bertubuh gendut dan perut buncit dinilai bukan lawan sepadan Anthony Joshua yang gagah perkasa.
Sebelum melawan Andy Ruiz pada 1 Juni 2019, Anthony Joshua disebut-sebut sebagai petinju kelas berat sempurna di era modern.
Tinggi Anthony Joshua nyaris 2 meter (198 cm). Bodinya berotot tetapi proporsional menjadikan Joshua ikon yang menarik para sponsor.
Selain berwajah ganteng, atitude baik, Anthony Joshua memiliki catatan rekor yang sangat cemerlang baik di amatir maupun tinju professional.
Di amatir, Anthony Joshua meraih medali emas kelas Berat Super Olimpiade London 2012.
Sedangkan di tinju pro, sebelum duel dengan Andy Ruiz, catatan rekor Anthony Joshua sangat mengerikan, 22 (21 KO) - 0 - 0. Artinya dari 22 duel, Anthony Joshua tak pernah kalah dan seri.
Lebih mengerikan lagi, dari 22 kali duel, 21 lawannya dihajar KO. Hanya Joseph Parker yang selamat dari kekalahan KO.
Sebut saja lawan yang dilibas KO antara lain Dillian White, Charles Martin, Dominic Breazeale, Vladimir Klitscho, Carlos Takam, dan Alexander Povetkin.
Kehebatan itu mengantarkan Joshua merengkuh sabuk WBA, IBF, dan WBO. Hanya sabuk WBC yang belum berada di genggaman Joshua.
Sabuk WBC masih berada di tangan petinju Amerika Serikat, Deontey Wilder. Dalam upaya merebut sabuk WBC dari tangan Wilder, Anthony Joshua berusaha merambah Amerika Serikat.
Sebelumnya Joshua selalu bertanding di kawasan Inggris Raya termasuk di Wales dan Skotlandia.
Meski memiliki 3 sabuk mayor yakni WBA, IBF dan WBO, Anthony Joshua belum dianggap sempurna karena belum pernah bertanding di Amerika Serikat.
Maka Joshua dan tim manajemen bersedia bertarung di Amerika Serikat untuk melawan Jarrel Miller sebagai langkah menuju Deontey Wilder untuk merampas sabuk WBC.
Sayangnya duel dengan Jarrel Miller batal di hari-hari akhir. Miller gagal test doping dan tak diijinkan bertanding.
Mengingat bisnis besar sudah bergulir, mau tidak mau pertandingan harus tetap berlangsung. Lawan pengganti harus segera dipilih.
Dari sejumlah calon lawan pengganti, promotor Eddy Hearn akhirnya memilih Andy Ruiz. Eddy Hearn dan seluruh dunia yakin Anthony Joshua akan mudah membekuk Andy Ruiz.
Ini karena Andi Ruiz dianggap sepele, badannya tak mencerminkan seorang petinju hebat. Andy Ruiz berbadan gendut dengan perut buncit.
Jika Joshua mampu membekuk Ruiz di Amerika Serikat maka duel impian bernilai besar akan mudah diwujudkan, Anthony Joshua vs Deontey Wilder untuk menentukan sang juara dunia sejati kelas berat.
Dilandasi euforia tersebut, Anthony Joshua juga tampak begitu percaya diri sebelum duel. Bahkan hingga ronde-ronde awal dalam duelnya dengan Andy Ruiz, skenario berjalan mulus
Pada ronde 3, Joshua berhasil merobohkan Andy Ruiz lewat kombinasi pukulan keras.
Sayangnya setelah itu, Joshua semakin menganggap remeh Ruiz. Joshua tampil ceroboh untuk buru-buru mengakhiri perlawanan Andy Ruiz.
Joshua jelas ingin tampil spektakuler di penampilan perdananya di Amerika Serikat sebagai kampanye untuk melawan Deontey Wilder.
Namun ternyata Andy Ruiz adalah Meksiko sejati. Ia bangkit dan seolah-olah pukulan keras Joshua yang sempat menjatuhkannya, tak berdampak apa-apa.
Selayaknya petinju Meksiko yang tahan pukul dan gemar baku cabut pukulan dalam jarak dekat, agresifnya Joshua memunculkan celah menguntunhkan untuk Andy Ruiz.
Alhasil Andy Ruiz pun balik memukul knock down Anthony Joshua di akhir ronde 3. Situasi langsung berbalik.
Ronde-ronde selanjutnya, Ruiz tampil makin beringas. Joshua berkali-kali roboh dalam baku cabut pukulan intensitas tinggi.
Semakin lama semakin parah untuk Joshua. Duel mengarah jadi ajang pembantaian. Joshua berkali-kali knock down.
Hingga akhirnya di ronde 7, sergapan beruntun Andy Ruiz membuat Anthony Joshua semakin mengenaskan. Tak ingin keselamatan Joshua terancam, wasit akhirnya menghentikan duel. Kekalahan pertama kali untuk Joshua.
Andy Ruiz yang tak menyangka mampu menang KO, berlompatan girang bukan main. Apalagi Andy Ruiz menorehkan catatan gemilang sebagai petinju kelas berat keturunan Meksiko pertama yang menjadi juara dunia kelas berat.
Bukan hanya Andy Ruiz yang terkejut, publik tinju dunia juga terperangah. Seorang juara dunia gagah perkasa Anthony Joshua roboh oleh Andy Ruiz yang gendut dan buncit. Inilah salah satu kejutan terbesar dalam sejarah tinju kelas berat.
Segala kondisi ini membuat Anthony Joshua terpukul mentalnya. Meski mampu bangkit di pertandingan berikutnya, Joshua sudah berbeda.
Perlahan Joshua meredup dengan penampilan yang tak sedahsat sebelumnya seperti saat membekuk Vladimir Klitscho atau Alexander Povetkin. Duel impian bernilai triliunan rupiah melawan Deontey Wilder gagal terwujud.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
