Kenangan Jenderal Richard Tampubolon Bersama Mendiang Doni Monardo
Saya mengenal Richard sejak masih Letnan Dua, sebagaimana saya mengenal Maruli Simanjuntak. Keduanya lulusan Akmil 1992. Persahabatan kami tumbuh melalui perjumpaan dan pekerjaan bersama, diselingi jarak ketika penugasan membawanya jauh dari Jakarta.
Sebelum Magelang, ada Palembang. Richard menjalani masa SMA di Xaverius 2 pada 1985–1988. Kota itu menyimpan persahabatan remajanya, ketika masa depan masih berupa kemungkinan.

Ungkapan _wong kito galo_ mengandung kehangatan kebersamaan. Bagi saya, di sanalah akar Batak dan kenangan Palembang menemukan pertautan: menyediakan ruang bagi orang lain. Seperti songket, manusia terbentuk dari benang pengalaman yang saling mengikat. Pangkat bertambah, tetapi tangan yang pernah saling menuntun tetap layak diingat.
Karier membawa Richard melewati penugasan intelijen dan komando di Kopassus, pendidikan prajurit, serta pembinaan wilayah. Ia kemudian dipercaya memimpin Koopssus TNI, Kodam Pattimura, dan Kogabwilhan III, sebelum menjadi Kasum TNI.
Namun, persahabatan menyimpan sesuatu yang tak tertampung dalam daftar jabatan.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar