KSAD Jenderal Maruli: Swakelola TNI AD Pangkas Biaya Jembatan Hingga Seperempat RAB
JAKARTA, iNewsDepok.id — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan oleh TNI AD mampu menekan anggaran hingga sepertiga atau seperempat dari estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB). Efisiensi ini berhasil dicapai berkat penerapan metode pengerjaan secara swakelola.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruli di hadapan para pemimpin redaksi dan perwakilan 37 media nasional dalam acara silaturahmi di Gedung A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution, Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono, serta para pejabat utama Mabesad.
Maruli menjelaskan, pemilihan skema swakelola dilakukan untuk mengoptimalkan anggaran tanpa mengorbankan kualitas. Pengerjaannya mengandalkan keterlibatan langsung para personel TNI AD dan masyarakat setempat dengan pemenuhan kebutuhan dasar selama pembangunan.
"Salah satunya adalah swakelola. Swakelola itu ada tipe 1, tipe 2, kita pilih tipe yang paling kere pembayarannya. Yang hanya dikasih makan, dikasih apa, gitu. Ya itulah yang membuat harga yang kami ajukan itu bisa sepertiga bahkan seperempat dari harga RAB," ujar Maruli.
Meski begitu, Maruli menegaskan bahwa perbandingan biaya ini bukan bentuk kritik terhadap penyusunan RAB formal dalam proyek-proyek pemerintah, melainkan perbedaan mekanisme dan prosedur administratif.
"Kita tidak menyalahkan RAB ya, karena RAB perlu prosedur untuk mendapatkan, perlu dia briefing dulu, perlu dia apalah segala macam, ya. Kalau review, kita tetap jalankan kan, lanjutkan," tuturnya.
Program pembangunan jembatan ini difokuskan untuk mem Buka akses transportasi warga di wilayah terisolasi, terutama saat terjadi bencana alam yang menghentikan distribusi bantuan logistik.
Dalam kesempatan itu, Maruli memaparkan progress pengerjaan infrastruktur penyeberangan tersebut. Pihaknya kini tengah mengerjakan 4.477 jembatan dari total target 5.000 jembatan pada 2026, di mana 2.828 unit di antaranya telah rampung dibangun.
Mengenai jenis dan teknis konstruksi, TNI AD menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi geografis medan di lapangan. Pemilihan antara jembatan permanen maupun perintis didasarkan pada tingkat urgensi dan efisiensi anggaran.
"Jadi perlu diketahui kenapa kita bikin perintis atau jembatan gantung karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton. Ya. Jadi kalau bisa beton ya kita langsung buat beton," pungkas Maruli.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar