Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Klaim Menang Perang Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Perang Bisa Pecah Lagi, AS Langgar 3 Kesepakatan Gencatan Senjata

Kamis, 09 April 2026 | 08:58 WIB
  • author Anton Suhartono / Mada Mahfud
Gawat! Perang Bisa Pecah Lagi, AS Langgar 3 Kesepakatan Gencatan Senjata
Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar 3 kesepakatan dari 10 poin gencatan senjata. Perang Iran vs AS -Israel bisa meletus lagi usai gencatan senjata 2 pekan. FotoFoto/TRT World

TEHERAN, iNews Depok.id - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar 3 kesepakatan dari 10 poin gencatan senjata. Perang Iran vs AS -Israel bisa meletus lagi usai gencatan senjata 2 pekan. 

Perang Iran vs AS-Israel yang dimulai 28 Februari 2026 berakhir pada 8 April 2026. Amerika Serikat meminta gencatan senjata 2 pekan. Iran akhirnya setuju setelah 10 poin tuntutannya diterima Amerika Serikat. 

Namun perang potensial meletus lagi. Amerika Serikat disebut Iran melanggar 3 kesepakatan dalam 10 poin. 

Ghalibaf menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menerima tuntutan Iran. "3 klausul telah dilanggar," kata Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Kamis (9/4/2026).

 3 poin yang dilanggar AS yakni gencatan senjata di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran dengan pesawat tak berawak, serta menyangkal hak Iran untuk melanjutkan pengayaa uranium.

Ghalibaf merinci terkait gencatan senjata yang mencakup kawasan termasuk di Lebanon, Israel melancarkan serangan brutal pada Rabu (7/4/2026), menewaskan ratusan orang.

Pelanggaran kedua yakni adanya pesawat tak berawak AS yang masih berkeliaran di wilayah udara Iran di Kota Lar. Ghalibaf menyatakan Iran terpaksa menembak pesawat tak berawak tersebut. 

Sedangkan penyangkalan atas hak Iran untuk memperkaya uranium disampaikan Wapres AS JD Vance bahwa AS akan mengambilnya.

 

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut