get app
inews
Aa Text
Read Next : Ramadan 2026: IJTI Depok Syukuran HUT ke-4 Bersama 100 Anak Yatim

Berkah Muliakan Ratusan Anak Yatim, Perusahaan Asal Depok Berkembang Pesat

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:09 WIB
header img
Santunan 273 anak yatim di momen lebaran anak yatim 10 Muharam 1448 Hijriah yang menjadi bagian Corporate Social Responsibily (CSR) PT Rapik Karya Mandiri. Foto: iNews Depok / Mada Mahfud

DEPOK, iNews Depok.id - Berkah muliakan ratusan anak yatim, perusahaan asal Depok, PT Rapik Karya Mandiri berkembang pesat. 

Menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa menjadi program Corporate Social Responsibily (CSR) PT Rapik Karya Mandiri, perusahaan yang berpusat di Pekapuran, Sukamaju Baru, Tapos Depok. 

Pada Jumat (26/6/2026) sore, sebanyak 273 anak yatim mengikuti pengajian di kediaman owner PT Rapik Karya Mandiri, Irfan Januar di Ciherang, Sukatani, Tapos. Pengajian menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Solmed. 

Dalam pengajian yang bertepatan lebaran anak yatim 10 Muharam 1448 Hijriah, sebanyak 273 anak yatim mendapat santunan berupa uang, sembako dan perlengkapan kebutuhan sekolah. 

"Kita wajib meneladani Rasulullah Muhammad SAW yang mencintai anak yatim. Makanya kita menjadikan santunan pada anak yatim sebagai CSR," kata Irfan Januar. 

Ia mengungkapkan sebanyak 273 anak yatim berasal dari Kelurahan Sukatani dan Sukamaju Baru, Tapos, Depok. 

"Kita berharap ke depannya, kita menyantuni lebih banyak lagi, 500 anak yatim," ujar Irfan, pengusaha kontruksi dan pengelola parkir asal Depok ini.

Iran mengungkapkan CSR menyantuni anak yatim dari PT Rapik Karya Mandiri sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Santunan diberikan tiap bulan. 

"Kebetulan untuk hari ini bertepatan dengan lebaran anak yatim, kita kumpul bersama anak yatim dan pengajian bersama," tutur Irfan Januar. 

Irfan mengungkapkan adanya keberkahan dengan menyantuni anak yatim yang merupakan perintah agama. 

"Alhamdulillah, keberkahan menyertai usaha kita. Semakin banyak anak yatim itu semakin banyak yang mendoakan usaha kita," kata Irfan. 

Iran mengharapkan anak yatim untuk tidak segan menghubungi kantornya jika ada kesulitan untuk keseharian dan fasilitas sekolah. 

"Mereka sudah saya anggap anak sendiri," imbuh Irfan Januar. 

Sementara Nuryuliani, anggota DPRD Depok yang juga kakak kandung Irfan Januar menyatakan anak yatim yang disantuni dari usia SD hingga SMA. 

Nama dan data anak yatim diperoleh dari RT dan RW setempat. "Kita ingin membahagiakan anak yatim, mudah-mudahan selalu jadi keberkahan bagi kita," harap Mpok Nuryuliani, sapaan akrab anggota Komisi C DPRD Depok ini. 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut