Puncak Haji 2026 di Depan Mata! Ini 5 Pesan Penting Prof Asrorun Niam Sholeh untuk Jamaah di Makkah
JAKARTA, iNewsDepok.id - Berdasarkan hasil rukyatul hilal, 1 Dzulhijjah 1447 H resmi ditetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan keputusan ini, puncak ibadah haji atau Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) akan berlangsung pada 26 Mei 2026, yang kemudian diikuti oleh Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026.
Saat ini, gelombang pergerakan jamaah haji Indonesia menuju Makkah al-Mukarramah terus berjalan. Seluruh jamaah gelombang pertama kini telah berada di Makkah. Sementara itu, jamaah gelombang kedua yang baru terbang dari tanah air juga langsung diarahkan menuju Kota Suci.
Menyambut momentum krusial ini, Musyrif Diny Kemenhaj RI sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan sejumlah pesan keagamaan penting berikut ini bagi para jamaah:
1. Perbanyak ibadah, dzikir dan munajat kepada Allah. Shalat lima waktu berjamaah dan bagi yang sehat dapat ke Masjidil Haram dengan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia. Bagi yang ada udzur, shalat jamaah dilakukan di masjid-masjid tempat tinggal selama di Makkah. Tempat tinggal seluruh jamaah Haji Indonesia masuk ke dalam Tanah Haram, tanah suci yang memiliki keistimewaan. Tanah Haram tidak hanya Masjidil Haram.
2. Jamaah haji perlu terus mengaji dan memahami tata cara manasik haji secara benar. Pembimbing Ibadah perlu mengintensifkan pembekalan fikih haji praktif; memahami syarat rukunnya, wajib-wajiba haji yang harus dilakukan. Perhatikan larangan-larangan haji yang harus dihindari, serta amalan haji pada waktu dan tempat tertentu.
Perlu diingat jangan hanya sekedar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji itu adalah ibadah mahdlah yang harus memenuhi syarat rukun serta ketentuan keagamaan
3. Menjaga kesehatan dengan menyantap konsumsi yang sehat, istirahat yang cukup, dan pikiran tenang. Jangan memforsir diri hingga menghabiskan tenaga. Fokus dan prioritaskan periapan rangkaian ibadah haji mulai tanggal 8 sampai dengan 13 Dzulhijjah, terutama di Arafah, Musdalifah, dan Mina. Ibadah haji itu ada unsur ibadah jasmaniyah, ibadah fisik, karenanya butuh kebugaran; di samping ibadah maliyah (karenanya butuh biaya) dan ibadah ruhiyah, mental spiritual.
4. Berdoa kepada Allah SWT untuk kelencaran pelaksanaan ibadah haji, keluarga yag sakinah, dan masyarakat bangsa Indonesia yang damai dan sekahtera. Jangan lupa Mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri untuk dapat memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan adil, bijaksana sehingga dapat mengantarkan bangsa Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur
5. Muhasabah dan bertekad menjadikan ibadah haji sebagai momentum perbaikan diri, perbaikan keluarga, dan perbaikan negeri. Perbaiki negeri Mulai dari perbiki diri sendiri. Etos haji adalah etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran dan kerja keras.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar