Kronologi Horor Fajar Sadboy Kecelakaan Motor, Mengerikan!
JAKARTA, iNewsDepok.id – Kabar mengejutkan datang dari selebritas Fajar Sadboy. Pemuda yang dikenal dengan raut wajah melankolisnya ini baru saja mengalami kecelakaan motor tunggal yang cukup mengerikan di kawasan Jakarta Timur. Insiden nahas tersebut mengakibatkan luka serius, termasuk tulang yang retak hingga kuku jempol yang copot.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi, 4 April 2026, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Berdasarkan keterangan Fajar, kronologi bermula saat ia hendak pulang menuju apartemennya setelah menginap di kantor untuk urusan pekerjaan.

"Waktu itu saya mau belok, terus saya ngerem. Ternyata jalannya licin, terus saya jatuh ke sebelah kiri dan menghantam trotoar," ungkap Fajar saat ditemui awak media di Jakarta.
Dampak dari benturan keras dengan aspal dan trotoar tersebut sangat fatal. Fajar menceritakan bahwa ia sempat terkapar di jalanan sebelum akhirnya ditolong oleh seorang warga yang mengenalinya. Meskipun dalam kondisi kesakitan, Fajar memilih untuk tetap tegar dan pulang sendiri ke apartemennya karena tidak ingin merepotkan orang lain.
Sesampainya di tempat tinggal, barulah ia menyadari betapa parah luka yang dideritanya yakni pada tangan kiri mengalami pergeseran tulang atau retak akibat benturan keras, sehingga kini harus menggunakan penyangga tangan (arm sling).
Lalu, luka fisik berupa kuku pada jempol tangan kirinya copot sepenuhnya. Selain itu, terdapat lebam bulat sebesar koin di bagian tubuh dan pembengkakan di area wajah/pipi akibat menghantam aspal.
Berita kecelakaan ini sempat membuat pihak keluarga histeris. Sang ibunda dilaporkan hampir pingsan saat mendengar kabar putra tercintanya mengalami kecelakaan maut tersebut, sementara kakaknya sempat jatuh pingsan karena syok.
Sahabat dekat Fajar, Amanda Manopo, juga turut mengonfirmasi kejadian ini dan meminta doa kepada masyarakat agar Fajar segera pulih. Akibat insiden horor ini, Fajar Sadboy terpaksa harus menunda seluruh jadwal pekerjaannya selama kurang lebih satu bulan untuk fokus pada proses pemulihan dan kontrol rutin ke rumah sakit.
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara motor untuk selalu waspada, terutama saat menghadapi kondisi jalanan yang licin dan berbahaya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar