get app
inews
Aa Text
Read Next : Shopee, Tasya, dan Bittersweet Berbagi Cerita dan Dampak Positif Inovasi dalam Dukung Produk Lokal

Tasya Kamila Lapor Kontribusi Setelah jadi Alumni LPDP ke Publik, Suara Netizen Terbelah

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:25 WIB
header img
Alumni LPDP Tasya Kamila. Foto Instagram @tasyakamila

JAKARTA, iNewsDepok.id - Penyanyi sekaligus figur publik Tasya Kamila mendadak jadi buah bibir di jagat maya setelah dirinya secara terbuka mengungkap sebagai  alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah laporan kontribusi untuk Indonesia.

Langkah ini ia lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah menyelesaikan studi magister melalui beasiswa LPDP. Namun, unggahan yang diniatkan sebagai transparansi tersebut justru memicu perdebatan sengit di media sosial, terutama setelah akun X @huftbosan menyoroti rincian aktivitas pengabdiannya.

Dalam laporannya, Tasya sebagai alumni LPDP menjabarkan tujuh poin aktivitas yang telah ia jalankan sebagai bagian dari kewajiban alumni beasiswa negara untuk kembali dan membangun tanah air.

Beberapa poin yang ia tonjolkan antara lain adalah perannya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, menggerakkan yayasan untuk isu keberlanjutan di tingkat akar rumput, hingga aktif memberdayakan generasi muda melalui berbagai forum edukasi seperti talkshow dan seminar.

Sebagai lulusan kebijakan publik dari universitas ternama di luar negeri, Tasya merasa aktivitas-aktivitas tersebut merupakan implementasi nyata dari ilmu yang telah didapatkannya.

Sayangnya, rincian pengabdian tersebut tidak sepenuhnya diterima positif oleh netizen. Sebagian kalangan di media sosial justru mempertanyakan substansi dari kontribusi tersebut. Mereka menilai bahwa hal-hal yang dipaparkan Tasya sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang berstatus sebagai artis atau influencer papan atas tanpa harus dibiayai oleh negara melalui beasiswa LPDP.

Muncul kritik yang menyebutkan bahwa pengabdian seorang penerima beasiswa seharusnya memiliki dampak yang lebih teknis atau struktural, bukan sekadar aktivitas yang dianggap lazim dilakukan oleh figur publik dalam menjalankan tugas profesional maupun citra sosialnya.

Pro dan kontra ini mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap para penerima beasiswa LPDP, yang dananya bersumber dari pajak rakyat. Di satu sisi, Tasya berupaya menunjukkan tanggung jawab moralnya sebagai alumni, namun di sisi lain, publik mulai mempertanyakan kembali kriteria "kontribusi nyata" yang seharusnya diberikan oleh para cendekiawan lulusan luar negeri bagi kemajuan Indonesia.

Hingga kini, perbincangan mengenai apakah aktivitas figur publik dapat dikategorikan sebagai pengabdian beasiswa masih terus bergulir hangat di lini masa.


"sumpaaahhh!! gue baca postingan beliau kek, ini mah kayanya ga LPDP juga bisa deh," tulis akun X @islaam**.

"itu mah formalitas biar ga dibully netizen aja. Karena netizen lagi witch hunting ke penerima LPDP," tulis akun X @alejand****.

Namun, di tengah kritikan yang ditujukan pada Tasya, banyak juga warganet yang membela dan menilai bahwa apa yang dilakukan Tasya memang sudah menunjukkan kontribusinya untuk Indonesia. Warganet ramai-ramai membela Tasya dan justru mempertanyakan ekspektasi orang-orang yang mencibir Tasya.

Mereka menilai sebagai figur publik, Tasya berhak memberikan klarifikasi dan menunjukkan transparansi terkait kewajiban pengabdian yang telah dijalankan. Selain itu mereka juga menyinggung bahwa memang tidak ada aturan resmi dari LPDP soal kontribusi yang akan diberikan alumni seusai menjalani pendidikan.

"menurut u di indo kontribusinya kudu gimana si kak, dengan ekosistem begini. Lama-lama awardee diminta bikin roket ini mah," tulis akun X @skyandwaf***.

"ya kan sbg public policy graduate gmn sih.. what u expect membangun candi prasmanan dalam 7 jam kah?" tulis akun X @noitc****.

Sebagai informasi, Tasya sendiri dikenal sebagai salah satu artis yang melanjutkan studi magister di luar negeri dengan beasiswa LPDP. Selama ini, ia juga aktif berbagi pengalaman pendidikan serta isu kebijakan publik melalui berbagai forum dan media sosial.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut