Bawa Pulang Emas dari Bangkok, Inovasi SoilPIN Karya Pelajar Indonesia Siap Revolusi Pertanian
Keberhasilan SoilPIN merupakan buah pemikiran dari tujuh pelajar berbakat dari berbagai sekolah internasional di Indonesia. Mereka adalah Armand Muhammad Abdullah (British School Jakarta); Nazeer Omar Verico (Mentari Intercultural School Jakarta);Muhammad Argi Imrantama (Mentari Intercultural School Jakarta). Lalu, Baraputra Nathan Ararya (Mentari Intercultural School Jakarta); Shah Jehan Abhiraj Kamal (Mentari Intercultural School Bintaro); Bryan Adrian Romeli (Mentari Intercultural School Jakarta) dan Kianu Adiara Anggun (Jakarta Intercultural School)
Dalam presentasi di Bangkok, lima anggota tim (Armand, Omar, Argi, Nathan, dan Jehan) berangkat langsung untuk meyakinkan dunia bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di kancah global.
Sebelum terbang ke Bangkok, SoilPIN telah melewati uji lapangan yang ketat di Bandung untuk memastikan akurasinya. Serius dalam pengembangan, tim juga telah mengantongi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual melalui Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum RI sejak November 2025.
Kemenangan ini bukan sekadar soal medali. SoilPIN dirancang dengan harga produksi yang kompetitif agar bisa dijangkau oleh petani lokal. Harapannya, alat ini menjadi jembatan bagi petani tradisional menuju era pertanian berkelanjutan yang lebih efisien dan menguntungkan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta