get app
inews
Aa Text
Read Next : 10 kasus Super Flu Subclade K Ditemukan di Jawa Barat

Tewas Dianiaya Warga di Depok, Korban Bukan Edarkan Narkoba tapi Kehabisan Bensin

Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:22 WIB
header img
5 orang warga Tapos Depok ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan berujung tewasnya 1 orang korban dan 1 lainnya luka berat. Korban yang diduga tengah transaksi narkoba ternyata sedang kehabisan bensin. Foto: dok Polres Metro Depok

JAKARTA, iNews Depok.idPenganiayaan yang berujung tewasnya seorang warga di Tapos Depok ternyata korban bukan mengedarkan narkoba tetapi kehabisan bensin.

Terkait kasus penganiyaan tersebut, Polres Metro Depok telah menetapkan 5 orang warga setempat sebagai tersangka. Sedangkan Serda M, oknum TNI AL yang menjadi pelaku ditangkap kesatuannya untuk jalani proses hukum di peradilan militer.

Awalnya warga curiga dua orang yakni WAT (24) dan DN (39) tengah transaksi narkoba pada Jumat (2/1/2025) dini hari pukul 01.00 WIB. Kecurigaan tersebut berujung penganiayaan hingga DN tewas dan WAT terluka parah.

Namun dalam penyelidikan polisi, ternyata korban DN dan WAT bukan sedang transaksi narboka. 

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama mengungkapkan DN (39) dan WAT (24) hendak berkunjung ke rumah kerabatnya di sekitar Jalan Kapitan, Tapos Depok.

Mereka mengendari sepeda motor. Namun naas, saat melintas di Gang Swadaya, motor mogok.

"Salah satu korban yakni WAT mencari bensin," kata Made Gede, Kamis (8/1/2026).

WAT yang sedang mencari bensin bertemu Serda M. Kecurigaan muncul, Serda M menegur WAT.

"Karena teguran tersebut, korban akhirnya lari dan terjatuh hingga akhirnya diamankan," tuturnya.

Di saat itulah WAT dianiaya oleh Serda M dan kelima warga setempat.Mereka menduga WAT hendak melakukan transaksi narkoba lantaran bukan merupakan warga setempat.

"Tersangka menduga korban akan melakukan transaksi narkoba, itu dugaan tersangka," tuturnya.

Atas dugaan itu, para tersangka pun melakukan penganiayaan terhadap WAT. DN yang awalnya diminta menunggu di motor pun tak kalah menjadi sasaran penganiayaan.

"Tujuannya agar korban ini mengaku atau memberikan keterangan di mana transaksi narkoba terjadi," kata Kompol Made Oka.

Penganiayaan berlangsung dari pukul 01.30 WIB hingga waktu subuh. Padahal, kedua korban dipastikan sedang tidak melakukan transaksi narkoba.

"Fakta yang ditemukan, tidak ada bukti chat dari korbag ataupun barang bukti yang melekat pada korban," ucapnya.
Singkatnya, atas penganiayaan tersebut korban WAT tewas. Sementara, korban DN mengalami luka berat.
 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut