JAKARTA, iNews Depok.id — Masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk menyiapkan rute perjalanan alternatif menyusul rencana aksi demonstrasi berskala besar yang digelar oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi resmi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, konsentrasi massa aksi dijadwalkan mulai memadati titik-titik krusial di Ibu Kota sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Sejumlah kawasan utama yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas seiring aksi demo meliputi area sekitar Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Bundaran Hotel Indonesia (HI), kawasan Monumen Nasional (Monas), serta persimpangan Tugu Tani Jakarta Pusat.
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang parah, kepolisian menyiagakan ratusan personel lalu lintas dan siap memberlakukan rekayasa arus kendaraan secara situasional, termasuk skema pengalihan rute di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto, hingga akses menuju Medan Merdeka.
Manajemen TMC Polda Metro Jaya meminta para pengguna jalan untuk mengatur waktu keberangkatan, menghindari titik-titik konsentrasi massa, serta selalu mematuhi petunjuk dan arahan petugas yang bertugas di lapangan. Langkah antisipasi ini diambil untuk meminimalkan dampak kemacetan panjang yang kerap mengular hingga ke jalur tol dalam kota, seperti Tol Cawang-Grogol maupun arteri pendukung di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pihak kepolisian menerjunkan personel gabungan dari unsur Brimob, Sabhara, dan Satlantas untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, serta humanis sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Pengamanan Unjuk Rasa Perkapolri Nomor 16 Tahun 2006.
Pendekatan ini diterapkan demi menjamin hak konstitusional mahasiswa dalam berpendapat sekaligus mengayomi hak masyarakat umum yang tetap harus beraktivitas, bersekolah, dan bekerja.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh elemen massa yang terlibat aksi agar tetap menjaga fasilitas umum serta sarana prasarana publik dari potensi kerusakan.
Komunikasi terbuka antara korlap aksi dan aparat pengamanan dipandang sangat krusial untuk mencegah disinformasi dan meminimalisasi potensi gesekan di lapangan, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta tetap kondusif sepanjang hari.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
