DEPOK, iNews Depok.id – Jakarta Global University (JGU) yang berpusat di Kota Depok gandeng Wuxi University of Technology (WXUT) gelar konferensi internasional Inspira 2026.
Konferensi International Forum on Innovation, Strategy, and Presentation of Research Activities (Inspira 2026) berlangsung di kampus JGU di Grand Depok City, Kota Depok, Sabtu (24/10/2026).
Acara bertaraf internasional ini diikuti sejumlah kampus dan industri dari 5 negara yakni China, Uzbekistan, Rusia, Malaysia dan Singapura secara hybrid.
Hadir langsung Rizka Andalucia, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Sedangkan dari Wuxi University of Technology (WXUT), hadir Yang Xueqin selaku Vice President, Zhang Xiaoming Director of the Department of International Exchange and Cooperation, Wu Zhaoming Dean of the School of Management, Qin Tao Faculty of Mechanical Engineering, Duan Lihua Associate Dean of the School of Internet of Things Engineering, dan Olivia LI Ruoshui Staff of Department of International Exchange and Cooperation.
Sementara dari Irootech Technology, hadir Michael Zhao, Chen Lifeng General Manager of Education Division, dan Wang Miao Manager for Overseas TVET of Education Division.
Dari JGU, hadir para petinggi di antaranya Rektor JGU Dr. Ir. H. Djoko Setyo Widodo, SE., MM., M.Si., CHRA, Ketua Senat Universitas Prof. Dr.apt.Eddy Yusuf,M.Pharm. Ketua Panitia INSPIRA 2026 Dr. Alhara Yuwanda, SSI, MSI, dan Direktur Humas JGU Onki Alexander, BCM.,MIT.
Networking Internasional
Rizka Andalucia, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi yang tinggi pada JGU yang telah membangun networking dengan perguruan tinggi kaliber internasional dari berbagai negara.
Dengan networking yang baik, JGU bisa melakukan transfer teknology dan penelitian untuk pengembangan teknologi baru di Indonesia.
”Teknologi di luar negeri sudah sangat maju. Maka dengan Inspira 2026 yang diselenggarakan JGU membuat kita mendapatkan informasi tersebut,” kata Rizka Andalucia.
Rizka juga menilai terobosan JGU sebagai sebuah lompatan besar kampus di Indonesia untuk go global.
”Tujuannya supaya mahasiswa nanti ketika lulus sudah siap pakai dan sudah mengenal teknologi global, Ini lompatan yang sangat bagus dari JGU,” kata Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
Zhang Xiaoming, Direktur Departemen Pertukaran dan Kerja Sama Internasional WXUT menyatakan kerja sama dengan JGU merupakan bagian dari kemitraan Indonesia dengan Tiongkok. Ia yakin kerja sama WXUT dan JGU akan berdampak positif bagi pengembangan investasi perusahaan Tiongkok di Indonesia.
”Indonesia merupakan mitra terbaik Tiongkok,” kata Zhang Xiaoming.
Menurut Zhang, dalam satu dekade terakhir, WXUT telah menerima lebih dari 500 mahasiswa asal Indonesia. Ia berharap semakin banyak mahasiswa asal Indonesia termasuk dari JGU yang belajar di WXUT sehingga peluang bekerja di perusahaan Tingkok semakin terbuka.
Zhang Xiaoming menyatakan WXUT, JGU dan Idol Technology akan mengadakan pelatihan bahasa Mandarin serta pelatihan keterampilan di berbagai bidang seperti teknik mesin, robotika industri, dan Internet of Things (IoT).
”Tujuannya adalah untuk melatih lebih banyak mahasiswa Indonesia terutama dari JGU agar terampil di bidang mekanikal, elektrikal, IoT, dan sektor terkait lainnya, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan berbahasa Mandarin yang fasih,” ujar Zhang Xiaoming.
Konferensi Internasional dan MoU
Sementara itu Ketua Senat Universitas JGU Prof. Dr.apt.Eddy Yusuf,M.Pharm menyatakan agenda Inspira 2026 meliput konferensi internasional dan penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama.
Menurut Prof Eddy, konferensi internasional merupakan bagian dari komitmen Jakarta Global University sebagai perguruan tinggi bartaraf global.
”Jadi ketika berbicara global berarti kita harus membuat kegiatan yang bertaraf global,” kata Prof Eddy.
Konferensi internasional ini menyambungkan keperluan perguruan tinggi dan industri baik dibidang penelitian, pelatihan, dan peluang kerja.
MoU, tegas Prof Eddy untuk menindaklanjuti secara nyata hal yang dibicarakan dalam konferensi internasional. ”Jadi bukan sekadar wacana tetapi ada tindak lanjut konkret yakni MoU,” jelas Prof Eddy.
Prof Eddy menyoroti pelatihan bahasa Mandarin dan pemahaman kultur mandarin bersama WXUT. Pelatihan ini dikembangkan untuk mahasiswa JGU agar bisa bekerja di perusahaan Tiongkok di Indonesia.
”Salah satu MoU tadi adalah mengajarkan bahasa Mandarin, kemudian kultural di antara 2 negara dan juga tentu juga pelatihan teknologi terbaru bagi mahasiswa JGU,” terang Prof Eddy.
Prof Eddy menambahkan dalam praktik kerja sama, nantinya dosen-dosen dari WXUT Tiongkok akan datang ke JGU untuk melakukan pelatihan di bidang teknologi, budaya dan bahasa Mandarin. Selain itu mahasiswa JGU juga bisa belajar di WXUT secara langsung.
Prof Eddy menegaskan kerja sama ini akan sangat menguntungkan mahasiswa JGU saat lulus untuk bekerja di perusahaan Tiongkok yang berada di Indonesia.
Sementara itu Rektor JGU, Dr. Ir. H. Djoko Setyo Widodo, SE., MM., M.Si., CHRA menyatakan JGU telah menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan asal Tiongkok di Indonesia untuk menerima lulusan JGU.
Tiga perusahaan tersebut bergerak di bidang aerotek, alat berat, dan industri bateri kendaraan yang terletak di Karawang.
”Kita akan terus menambah kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok untuk menerima lulusan dari JGU,” tutur Djoko Setyo Widodo.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
