Perkuat Sinergi, Fasilkom UI Gelar Konferensi Internasional AI, Robotik, dan Komputasi Kuantum

Iyung Rizki
Dekan Fasilkom UI Prof. Wisnu Jatmiko. (Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan bahwa Fasilkom UI menetapkan tiga tujuan utama melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini. Pertama, Fasilkom UI ingin memperluas jaringan kolaborasi dengan para peneliti terkemuka dunia guna mengukur posisi serta potensi riset Indonesia di tingkat global. 

Kedua, kegiatan ini bertujuan memperbarui wawasan mengenai pergerakan teknologi yang sangat dinamis. Ketiga, Fasilkom UI memastikan seluruh mahasiswa dan sivitas akademika UI selalu mengikuti perkembangan ilmu komputer paling mutakhir.

“Bidang komputer cepat sekali, bahkan mungkin bidang yang paling cepat perkembangan dan pembaruannya. Karena itu, kita harus selalu mengikuti perkembangan teknologi,” kata Prof. Wisnu.

Di samping memperluas jejaring akademis, Fasilkom UI mendorong secara aktif agar hasil riset perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi produk nyata serta solusi konkret bagi dunia industri. Prof. Wisnu menilai kolaborasi erat antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem riset nasional yang tangguh.

Ia menggarisbawahi salah satu tantangan besar Indonesia saat ini, yaitu masih terbatasnya keterlibatan sektor industri dalam aktivitas penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Kondisi tersebut mengakibatkan industri dalam negeri lebih banyak menempati posisi sebagai pengguna teknologi ketimbang pencipta produk inovatif.

“Indonesia sekarang ini sebenarnya user, hanya pengguna. Industrinya memang masih kurang dalam penelitian dan pengembangan, sehingga kita cenderung menjadi pemakai,” ungkapnya.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Fasilkom UI memfasilitasi keterlibatan pelaku industri melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Forum FGD ini berfungsi menyelaraskan kebutuhan spesifik industri dengan arah riset perguruan tinggi, sekaligus membuka jalur komersialisasi produk teknologi buatan dalam negeri.

Prof. Wisnu juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjembatani sinergi segitiga antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan. Keterlibatan kementerian terkait sangat krusial untuk mendukung kebutuhan pendanaan, mempercepat alih teknologi, serta memperlancar penerapan hasil riset ke dalam sektor industri riil.

“Para pembicara yang diundang rata-rata profesor dan juga entrepreneur yang memiliki perusahaan. Mereka bisa menghubungkan hasil penelitian dengan industri. Kita ingin mencoba membangun pola kolaborasi seperti itu di Indonesia,” terangnya.

Mengenai peta pengembangan AI, Prof. Wisnu melihat Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat melimpah, namun masih menghadapi kendala pada kapasitas infrastruktur komputasi. 

Editor : M Mahfud

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network