Lewat kolaborasi lintas sektor, IRN berupaya menghubungkan hasil riset laboratorium dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri, mulai dari kepastian regulasi, mutu keamanan pangan, hingga proses hilirisasi.
Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., menekankan pentingnya peran riset ilmiah dalam mengolah kekayaan alam Indonesia seperti hasil pertanian, perikanan, hingga pangan tradisional seperti tempe.
"Pengembangan pangan fungsional memerlukan keterhubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, kesiapan industri, dan ketentuan regulasi. Melalui simposium ini, kami berharap para peneliti memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai proses pengembangan inovasi, termasuk pentingnya bukti ilmiah, keamanan, mutu, dan ketepatan klaim, agar potensi pangan lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab," ujar Prof. Purwiyatno.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa bahan baku lokal dan pengetahuan tradisional. Riset bertugas menguji manfaat tersebut secara ilmiah agar menghasilkan produk pangan yang aman dan bergizi.
Sejak meluncur pada 2006 silam, IRN telah menerima lebih dari 19.200 proposal dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa S1 yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Program ini memberikan bantuan dana sekaligus bimbingan langsung dari tim pakar lintas disiplin ilmu.
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, menegaskan bahwa perjalanan dua dekade ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam mencetak peneliti muda yang kritis dan inovatif.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
