DEPOK, iNewsDepok.id - Seratus tahun dari sekarang, dunia akan tetap berputar sebagaimana mestinya. Mobil-mobil mewah yang hari ini dirawat, rumah megah yang dibangun dengan penuh rasa bangga, hingga jabatan tinggi yang dikejar siang dan malam, semuanya akan tertinggal. Manusia yang menghadiri pemakaman kita pun lambat laun akan kembali pada kesibukan mereka masing-masing.
Di tengah riuk pikuk kehidupan modern, manusia kerap terjebak dalam perburuan hal-hal yang bersifat sementara. Padahal, ketika napas terakhir telah diembuskan dan jasad berbaring sendirian di alam kubur, hanya ada satu hal yang tersisa dan setia menemani: amal saleh.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim nomor 1631 mengingatkan:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya."
Hadis ini menjadi pengingat tegas bahwa kematian bukanlah akhir dari segala perjalanan, melainkan gerbang awal menuju kehidupan yang sebenarnya dan kekal. Segala bentuk kebanggaan duniawi yang dikejar tanpa landasan ibadah akan sirna tanpa bekas.
Mumpung napas masih dikandung badan dan kesempatan itu masih ada, sudah saatnya Umat Islam menata ulang prioritas hidup. Jangan sampai kesibukan mengejar apa yang pasti ditinggalkan membuat kita lupa mempersiapkan bekal untuk menghadap Sang Pencipta. Sebab kelak, tatkala diri sudah tiada, yang tersisa hanyalah penyesalan jika hari ini kita melewatkannya tanpa arti.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
