Terkait dinamika internal pasca kasus yang menjerat Jampidsus Febrie, Dhona menilai Kejaksaan tetap menunjukkan profesionalisme.
"Itu wajar soal internal. Tapi jangan sampai lembaga ini kalah dengan oknum di dalam. Profesionalismenya dikedepankan. Kinerja penyitaan triliunan rupiah ini menunjukkan konsolidasi internal di Kejaksaan berjalan sangat efektif dan tidak terganggu dinamika di dalam maupun luar," ujarnya.
Ia juga menyoroti soliditas kepemimpinan sebagai kunci. Kepemimpinan tegas Burhanuddin yang dipadukan dengan eksekusi teknis dan taktis oleh Jampidsus menciptakan keberanian menembus tembok kekuasaan korporasi.
"Kepemimpinan yang tegas dan berani dipadukan dengan eksekusi yang sangat teknis dan presisi oleh Jampidsus adalah kuncinya. Sinergi ini menciptakan pola yang berani menembus tembok kekuasaan korporasi maupun penyalahgunaan di sektor strategis," kata Dhona yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Kimawar, Banten.
Penyitaan aset bernilai tinggi seperti jet pribadi hingga simpanan ratusan miliar, menurutnya, adalah bukti Kejagung bekerja tanpa pandang bulu.
"Menunjukkan Kejaksaan Agung bekerja tanpa pandang bulu dan tidak ada keraguan. Sita saja, ambil saja untuk negara. Ini menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum," tegasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
