Dadang juga dikenal sebagai polisi religius. Ia berkeliling tiap hari untuk menjalankan Salat Subuh di masjid yang berbeda.
Dari pergaulan secara langsung di tingkat bawah, Dadang Hartanto dengan cepat memahami permasalahan sosial sebelum permasalahan tersebut menjadi konflik. Alhasil jumlah konflik di Maluku semasa kepemimpinannya turun signifikan.
Kemampuan Dadang mencegah konflik terasah diberbagai penugasan di daerah yang cukup keras. Sebelumnya ia menjabat Kapolsek Senen (2005), Kapolrestabes Medan (2017), dan Wakapolda Sumut (2020).
Tak hanya kepemimpinan yang mumpuni, Dadang Hartanto juga dikenal sebagai polisi berintelektualitas tinggi.
Dadang adalah Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Ia juga pernah bertugas sebagai widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2023) dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri (2024).
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
