Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. KH. Musahadi, mengingatkan warga perantauan asal Demak agar tidak melupakan daerah asalnya. Ia berpesan agar warga PDBN senantiasa menjadi sumber kemaslahatan di mana pun berada.
"Di mana pun berdiaspora, jangan sampai melupakan Demak. Apapun profesinya, selama keberadaan kita menjadi sumber kebaikan dan kemaslahatan—bukan memicu kekisruhan—maka kita sudah menjalankan agama dengan baik," kata Musahadi.
Dalam kesempatan tersebut, Musahadi juga memaparkan perkembangan UIN Walisongo Semarang yang kini memiliki Fakultas Kedokteran dan sedang mengajukan akreditasi internasional dari Jerman untuk 38 program studi.
Rangkaian acara yang digagas Ketua Panitia Muhammad Thohar (Gus Toto) ini turut diisi dengan tahlil yang dipimpin KH. Solihin Jaelani, tausiyah oleh KH. Mujib Khudori, doa oleh Dr. KH. Ali Abdillah, serta penampilan hadroh dari Pesantren ABS Bogor.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
