TEHERAN, iNews Depok.id - Perang potensial lebih dahsyat di Timur Tengah. Amerika Serikat menyiapkan operasi Palu Godam (Sledgehammer), sedangkan Iran tak sabar untuk membalas setiap serangan lawan.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan menyiapkan operasi militer terbaru melawan Iran jika kesepakatan damai tak tercapai.
Operasi militer tersebut diberi nama Sledgehammer, menggantikan Epic Fury yang sudah kedaluwarsa berdasarkan undang-undang (UU).
Beberapa orang sumber pejabat AS mengatakan kepada NBC News, mereka telah menyiapkan Operasi Sledgehammer tersebut jika sewaktu-waktu Trump memerintahkan perang berlanjut.
Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat yakin penggunaan nama operasi baru tidak melanggar UU kekuatan perang WPA. UU membatasi waktu 60 hari kepada presiden AS dalam melancarkan perang melawan negara asing tanpa persetujuan Kongres.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio mengatakan Operasi Epic Fury telah berakhir setelah AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan pada April, meskipun belum ada kesepakatan damai yang dicapai.
Laporan NBC juga mengungkap, kemampuan militer AS di kawasan telah meningkat sejak konflik pertama kali dimulai pada Februari.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Departemen Pertahanan AS terkait laporan NBC tersebut.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan tidak ada alternatif lain bagi AS selain menerima hak-hak rakyat Iran yang diuraikan dalam 14 poin tuntutan Iran.
Ghalibaf mengaku memiliki skenario-skenario lain yang siap dan akan bertindak jika diperlukan termasuk skenario perang lanjutan.
Bahkan, 2 juta warga Iran sudah mendaftar menjadi relawan bela negara termasuk pejabat dan tokoh publik sejak awal konflik berkecamuk.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
