JAKARTA, iNewsDepok.id — Pemerintah terus mempercepat revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan daya saing lulusan SMK di pasar kerja internasional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, lulusan vokasi Indonesia memiliki peluang besar menjadi tenaga kerja global apabila dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Hal itu disampaikan Pratikno usai memimpin Rapat Tingkat Menteri Percepatan Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, akhir pekan lalu. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya terobosan besar agar lulusan SMK siap bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Bapak Presiden memerintahkan agar revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi ini dipercepat. Ini bukan hanya untuk kebutuhan pasar kerja dalam negeri, tetapi juga peluang tenaga kerja di luar negeri yang makin besar,” ujar Pratikno, Selasa (18/11/2025).
Pratikno menyebut pendidikan vokasi menjadi jalur strategis di tengah peluang bonus demografi yang hanya tersisa sekitar lima tahun. Di saat negara-negara maju menghadapi penuaan penduduk (aging society), Indonesia berpotensi menjadi pemasok utama tenaga kerja terampil bila standar kompetensinya mampu memenuhi kebutuhan global.
Sebagai Ketua Pengarah Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) sesuai Perpres Nomor 68 Tahun 2022, Kemenko PMK telah memperkuat koordinasi dengan daerah melalui pembentukan Tim Koordinasi Daerah di lebih dari 22 provinsi. Pemerintah juga telah menyusun Strategi Nasional Vokasi untuk penyelarasan kebijakan yang lebih efektif.
Langkah berikutnya adalah menyinkronkan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan yakni Smart Integrated Dashboard, yang menghubungkan kurikulum, standar kompetensi, hingga informasi peluang kerja, termasuk untuk lulusan SMK.
Pratikno juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha. KADIN telah menyerahkan Peta Jalan Vokasi Industri 2045 sebagai panduan untuk meningkatkan relevansi pendidikan vokasi terhadap kebutuhan industri masa depan.
Selain itu, pemerintah mendorong percepatan program jangka pendek yang dapat segera memberi dampak, seperti peningkatan kemampuan bahasa bagi calon tenaga kerja luar negeri, percepatan sertifikasi, serta pembaruan kurikulum vokasi agar sesuai tuntutan industri domestik dan global.
“Sambil menata kelembagaan dan membangun platform integrasi, kita mulai identifikasi program jangka pendek yang bisa dieksekusi segera,” ucapnya.
Pratikno optimistis jika penguatan vokasi dilakukan secara terarah dan kolaboratif, Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga menjadi pemain besar di pasar kerja global.
Rapat tersebut juga dihadiri Menko PM Muhaimin Iskandar; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Wamendagri III Wiyagus; Wamenperin Faisol Riza; Wamen P2MI Christina Aryani; Wamenhub Suntana; Ketua BNSP Syamsi Hari; Wakil Ketua Umum KADIN Adi Mahfudz Wuhadji; serta perwakilan kementerian/lembaga terkait lainnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
