Kekecewaan serupa diungkapkan Benny Sugeng Waluyo (42). Ia mendaftarkan anaknya yang berkebutuhan khusus (ABK) ke sekolah tersebut karena tergiur janji adanya pembelajaran inklusi, dukungan psikolog, dan sesi terapi tambahan. Namun, semua janji itu tidak pernah terealisasi, membuat Sugeng merasa upayanya sia-sia.
Setelah somasi mereka tidak direspons, para orang tua murid akhirnya melaporkan pihak sekolah ke Mapolres Metro Bekasi Kota, menuntut pertanggungjawaban atas kekecewaan yang mereka alami.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
