Luwesnya Pedagang di Stasiun Depok, Biasanya Jual Sarapan Kini Jual Menu Buka Puasa

Isson Khairul
Sejumlah pedagang di Stasiun Depok yang beralih menjual menu buka puasa untuk mendapat rezeki di bulan Ramadan 1444 H. Foto: iNews Depok/Isson Khairul

Aisyah dan para pedagang makanan-minuman di Stasiun Depok, umumnya mulai menggelar dagangan sejak pukul 15.30 WIB. Artinya, jam berjualan langsung berubah, materi dagangan berubah, mengikuti ritme konsumen. Bukan hanya berubah. 

Daud, misalnya. Pada hari-hari biasa, pria itu berdagang minuman susu jahe merah. Begitu masuk Ramadan, ia mengganti dagangannya menjadi Bubur Sumsum Candil. “Susu jahe merah kan cocoknya untuk pagi hari, untuk menghangatkan badan. Kalau Ramadan kan orang maunya berbuka dengan yang manis-manis dan dingin,” ungkap Daud sembari melayani pembeli.

Secara posisi, Stasiun Depok agak menjorok ke dalam, dari Jalan Kartini yang menjadi jalan utama. Jalan yang menjorok itu bernama Jalan Stasiun, sepanjang sekitar 300 meter. Nah, di sepanjang kiri-kanan Jalan Stasiun itulah berdiri beragam kios serta tenda dan gerobak para pedagang. 

Boleh dibilang, mereka adalah pedagang permanen, yang dengan luwes meng-upgrade dagangan, begitu memasuki Ramadan. Selain Daud, yang mengganti dagangannya menjadi Bubur Sumsum Candil, ada juga yang mengambil langkah serupa.

BACA JUGA:

Kampoeng Ramadhan Hadir di Depok

Ada pedagang gorengan, yang beralih menjadi penjual ikan basah, seperti ikan tongkol, kerang hijau, dan cumi-cumi. Ada juga penjual kue, yang pada Ramadan ini menjual ayam potong. Dengan kata lain, para pedagang di Stasiun Depok, berupaya merespon Ramadan dengan strategi masing-masing, agar tetap mendapatkan cuan.

Secara harga, makanan-minuman di Stasiun Depok dibanderol lebih mahal dibandingkan dengan di Pasar Takjil Depan Masjid Al Huda Timah Depok. Bubur Sumsum Candil, misalnya, di Stasiun Depok dijual Rp 6.000 per gelas plastik. Di Pasar Takjil Depan Masjid Al Huda, hanya Rp 5.000,- Lauk matang di Stasiun Depok di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per potong. Di Pasar Takjil Depan Masjid Al Huda, hanya Rp 8.000 hingga Rp 10.000,-

Perbedaan harga makanan-minuman di kedua tempat tersebut, berkisar Rp 1.000 hingga Rp 3.000,- Nampaknya, para konsumen yang umumnya adalah para pekerja kantoran di Jakarta, menerima harga yang ditawarkan para pedagang setempat.

Di sepanjang Jalan Stasiun yang membujur sekitar 300 meter tersebut, ada lebih dari 100 pedagang. Ada yang berwujud kios, tenda, dan gerobak. Di momen Ramadan ini, cukup banyak yang berjualan es buah aneka rupa. Rata-rata dibanderol Rp 5.000 per gelas plastik sedang.

Secara kelengkapan menu berbuka puasa, makanan-minuman yang dijual di seputar Stasiun Depok, sangat beragam. Meski konsumen utama mereka adalah para penumpang Commuter Line, ada juga warga yang memang sengaja berburu takjil ke stasiun tersebut.

Editor : M Mahfud

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network