Peta Bencana Nasional dari BMKG: Waspadai 13 Megatrust dan 295 Sesar Aktif

Kiswondari
Ilustrasi: Gempa bumi. Foto: iStock/iNews.id

JAKARTA, iNewsDepok.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan peta bencana nasional di wilayah Indonesia, terdapat 13 zona megatrust dan 295 sesar aktif. Dalam hal ini, BMKG mengajak keterlibatan pemerintah daerah (pemda) untuk memitigasinya.

"BMKG juga telah membahas, serta menyodorkan peta rawan bencana dengan mengajak keterlibatan pemerintah daerah untuk memitigasinya. Wilayah Indonesia itu ada 13 zona megatrust, serta 295 sesar aktif yang harus diwaspadai," kata Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG , Iman Fatchurochman.

Iman Fatchurochman mengungkapkan BMKG terus berupaya untuk memitigasi meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan dampak dari kerusakan yang akan ditimbulkan dari bencana yang terjadi.

Menurut Iman, gempa yang terjadi di Indonesia mayoritas mendatangkan kerusakan parah dan banyak menelan korban jiwa. Hal ini terjadi karena bangunan rumah tidak tahan gempa, serta gempa sering kali terjadi di batuan lunak.

"Korban meningggal pada umumnya, disebabkan karena bangunan rumahnya sendiri, bukan karena gempanya sendiri," jelas Iman dalam Gelora Talks bertajuk "Indonesia dan Ancaman Bencana Alam, Bagaimana Kita Memitigasinya?" secara daring, dikutip Jumat (9/12/2022).

Lebih lanjut menurut Iman, BMKG juga sudah menyediakan data daerah rawan gempa sejak 2017 dengan menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI yang sekarang melebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"BMKG telah berkontribusi untuk tata ruang, serta berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), serta Kementerian PUPR dalam memberikan informasi potensi kebencanaan," terangnya.

Selain itu, menurut Iman BMKG juga memilih program Sekolah Lapangan Gempa Bumi sejak 2014, dan sekarang berkembang menjadi 'BMKG Go To School' yang memberikan edukasi, sosialisasi dan literasi, serta advokasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

"Mereka audience kami, mereka kita latih terkait potensi kebencanaan di wilayahnya masing-masing, bagaimana meresponsnya. Kemudian menentukan peta lokasinya, dan cara evakuasinya seperti pada tsunami. Kita ukur waktunya lebih cepat mana, tsunami atau evakuasinya," jelas Iman.

Editor : Kartika Indah Kusumawardhani

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network