Pengamat Usulkan Tiket Masuk Ancol Gratis dan Tarif Parkir Terjangkau
JAKARTA, iNewsDepok.id - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan skema tiket masuk gratis bagi pengunjung kawasan Ancol, dengan opsi pembiayaan dialihkan ke tarif kendaraan yang tetap terjangkau sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000.
Menurutnya, skema ini dapat menjadi jalan tengah yang harmonis untuk memudahkan akses masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional kawasan wisata.
Trubus menjelaskan bahwa perhitungan tiket per individu saat ini terasa cukup memberatkan bagi keluarga yang ingin berekreasi, mengingat masih ada kebutuhan biaya transportasi, konsumsi, dan logistik lainnya.
Pengalaman pribadi saat memboyong keluarga ke Ancol memberikan gambaran nyata betapa besarnya anggaran rekreasi yang perlu disiapkan masyarakat.
Selain memperluas kesempatan rekreasi, skema ini dipandang berpotensi mendorong geliat ekonomi bagi pelaku UMKM di kawasan Ancol.
Peningkatan volume pengunjung diperkirakan akan memperbesar peluang transaksi untuk pedagang makanan, minuman, dan suvenir lokal.
Trubus mencermati bahwa tingginya alokasi anggaran di awal untuk tiket masuk kerap membatasi daya beli wisatawan saat berada di dalam area wisata, sehingga penyesuaian tarif dapat memberi dampak positif bagi keberlangsungan usaha kecil.
Sebagai salah satu ruang publik dan ikon wisata kebanggaan Jakarta, kemudahan akses ke Ancol diharapkan dapat semakin meningkatkan daya tarik kawasan tersebut bagi warga.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pandangan terkait tantangan pengelolaan kawasan rekreasi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa pembebasan biaya masuk bagi seluruh lapisan masyarakat memerlukan pertimbangan mendalam terkait kebutuhan anggaran pemeliharaan, perawatan, dan operasional fasilitas, sebagaimana halnya pada destinasi lain seperti Taman Margasatwa Ragunan.
Pemprov DKI Jakarta saat ini telah memfasilitasi akses masuk gratis ke Ancol dan Ragunan secara terarah bagi kelompok masyarakat penerima Kartu Jakarta Pintar.
Dinamika aspirasi ini juga diwarnai oleh masukan dari kelompok masyarakat, seperti Warga Jakarta Bersatu, yang menyampaikan harapan agar akses rekreasi keluarga semakin terjangkau.
Perbedaan sudut pandang mengenai penataan tarif ini mencerminkan tingginya perhatian berbagai pihak dalam merumuskan keseimbangan antara keterjangkauan wisata bagi publik dan keberlanjutan tata kelola fasilitas kota.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar