Latih 83 Mahasiswa S1 Jadi Peneliti, IRN Danai Riset Pengembangan Pangan Lokal
JAKARTA, iNews Depok.id — PT Indofood Sukses Makmur Tbk kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung generasi peneliti muda dan pengembangan potensi pangan lokal.
Melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027, Indofood resmi memberikan bantuan dana penelitian serta pendampingan kepada 83 mahasiswa S1 terpilih dari total 595 proposal yang masuk dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Momen berharga ini bertepatan dengan perayaan dua dekade keberjalanan IRN yang ditandai lewat gelaran Simposium Pangan Nasional 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Rangkaian simposium mencakup keynote speech dari Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengenai kebijakan dan arah pembangunan nasional di bidang pangan, gizi, kesehatan untuk kemandirian bangsa.
Simposium mengusung tema “Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Bangsa”. Forum ini mempertemukan jajaran pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk menyelaraskan arah riset pangan nasional.
Pelaksanaan program IRN menjelang Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2026 ini membawa semangat "Innovate today. Nourish tomorrow".
Lewat kolaborasi lintas sektor, IRN berupaya menghubungkan hasil riset laboratorium dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri, mulai dari kepastian regulasi, mutu keamanan pangan, hingga proses hilirisasi.
Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., menekankan pentingnya peran riset ilmiah dalam mengolah kekayaan alam Indonesia seperti hasil pertanian, perikanan, hingga pangan tradisional seperti tempe.
"Pengembangan pangan fungsional memerlukan keterhubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, kesiapan industri, dan ketentuan regulasi. Melalui simposium ini, kami berharap para peneliti memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai proses pengembangan inovasi, termasuk pentingnya bukti ilmiah, keamanan, mutu, dan ketepatan klaim, agar potensi pangan lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab," ujar Prof. Purwiyatno.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa bahan baku lokal dan pengetahuan tradisional. Riset bertugas menguji manfaat tersebut secara ilmiah agar menghasilkan produk pangan yang aman dan bergizi.
Sejak meluncur pada 2006 silam, IRN telah menerima lebih dari 19.200 proposal dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa S1 yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Program ini memberikan bantuan dana sekaligus bimbingan langsung dari tim pakar lintas disiplin ilmu.
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, menegaskan bahwa perjalanan dua dekade ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam mencetak peneliti muda yang kritis dan inovatif.
"Kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, memperkuat kemampuan ilmiah, dan mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi gagasan inovasi yang relevan bagi masyarakat," kata Stefanus.
Melalui penandatanganan kerja sama dan penyerahan bantuan secara simbolis ini, 83 mahasiswa terpilih akan menjalankan riset mereka selama satu tahun ke depan di bawah bimbingan Tim Pakar IRN.
"Semangat ‘Innovate today. Nourish tomorrow' mengingatkan kita bahwa riset dan pengembangan kapasitas yang dilakukan hari ini dapat menjadi fondasi bagi inovasi pangan di masa depan," pungkas Stefanus.
Editor: M Mahfud